telusur.co.id - Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI) menyambangi kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat, Rabu (4/1/23). Kedatangan KPU ke PBNU dalam rangka untuk meminta dukungan dalam penyelenggaraan Pemilihan Umum (Pemilu) serentak tahun 2024.
Ketua KPU RI Hasyim As'yari mengatakan, tujuan dirinya dan jajaran KPU mengunjungi PBNU untuk bersilaturahmi serta meminta dukungan. Karena ia menilai NU merupakan organisasi besar dan strategis yang mempunyai anggota di berbagai negara.
"Kita ketahui, NU ini punya perwakilan-perwakilan pengurus istimewa di berbagai negara, di situ juga ada pemilih kita. Dukungan PBNU kepada KPU menjadi sangat strategis dalam rangka pelayanan lembaga pemilih," kata Hasyim.
Hasyim menyebut, kunjungannya ke PBNU dinilai penting, mengingat banyaknya tokoh NU yang menjadi anggota hingga pimpinan partai politik (Parpol) peserta pemilu.
"Layanan sebagai peserta pemilu untuk berkompetisi itu sebagai yang penting, juga karena saya katakan tadi, kader kader NU ada di mana-mana dalam andil sebagai peserta pemilu, strategis menjadi peserta pemilu," ucapnya.
Ia beranggapan, jika nilai-nilai yang dikembangkan NU sebagai organisasi Islam terbesar di Indonesia dalam berdemokrasi dapat menjadi panutan dan tuntunan bagi kader-kadernya, baik sebagai pemilih maupun peserta pemilu.
"Demikian juga kami sampaikan kepada pimpinan PBNU bahwa agenda kepemiluan kita ini menurut konstitusi pasal 22 E ayat 1 itu ditemukan azas pemilu itu di dalamnya adalah Luber dan Jurdil dan dilaksanakan tiap 5 tahun sekali," kata Hasyim.
"Sehingga, untuk meningkatkan kualitas dan layanan kepada pemilih dan peserta pemilu, kami meminta dukungan kepada Pimpinan PBNU supaya Pemilu di tahun 2024 dapat terselenggara dengan lancar dan damai," pungkasnya. [Fhr]



