Kritik Kelakar Romahurmuziy, Pengamat: Udah Mau Masuk Jurang, Harusnya Bikin Pesan Positif - Telusur

Kritik Kelakar Romahurmuziy, Pengamat: Udah Mau Masuk Jurang, Harusnya Bikin Pesan Positif


telusur.co.id - Kelakar mantan narapidana korupsi yang kini kembali mendapat posisi menjadi Ketua Majelis Pertimbangan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy alias Romy tentang "Memang Pemilu-nya jadi 2024?", mendapat sorotan dari pengamat politik Hendri Satrio.

Menurut Hensat, sapaan akrabnya, Romy seharusnya memberi contoh positif setelah mendapat kesempatan untuk kembali terjun ke politik.

"Itu bercanda yang gak lucu, tidak produktif. Dia kan tokoh. Apalagi dia Ketua Majelis pertimbangan PPP, seharusnya dia memberi contoh yang positif dan bagus," kata Hensat saat dihubungi telusur.co.id, Jumat (6/1/23).

Founder Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI) ini menilai, Romy, setelah bebas dari kasus korupsi, sangat bijak bila turut serta memperkuat sistem demokrasi. Agar suara PPP tempat Romy kini kembali bernaung, ikut terdongrak.

Sebagai Ketua Majelis Pertimbangan PPP, Romy justru harus mengambil hati masyarakat dengan ikut mendukung penyelenggaraan Pemilu 2024 sesuai UU, bukan malah menjauhkan masyarakat dari Pemilu. 

"Orang udah mau masuk jurang bukannya bikin pesan-pesan yang positif malah becanda melanggar UU. Ini kan tentang kepatutan kewarasan dan kewajaran. Becanda tentang Pemilu gak jadi, itu gak patut, gak boleh menurut saya," tukasnya.

Sebelumnya, Ketua Majelis Pertimbangan PPP Romahurmuziy mempertanyakan agenda pelaksanaan Pemilu 2024 saat ditanya soal niatnya berkontestasi tahun depan usai kembali aktif di politik.

"Memang pemilunya jadi tahun 2024?" Kata Romi sambil terkekeh di kantor pusat PPP, Jakarta Pusat, Kamis (5/1/23).

Namun, saat ditanya apakah dirinya mengetahui informasi soal kemungkinan Pemilu 2024 batal, mantan narapidana kasus korupsi itu mengaku tak tahu.[Fhr]


Tinggalkan Komentar