Limbah Menjadi Berkah: 100 Pelaku UMKM Perkebunan Belajar Inovasi dan Pemasaran Digital Bersama Politeknik LPP dan BPDP - Telusur

Limbah Menjadi Berkah: 100 Pelaku UMKM Perkebunan Belajar Inovasi dan Pemasaran Digital Bersama Politeknik LPP dan BPDP

Workshop Produk UMKM Perkebunan yang diselenggarakan oleh Politeknik LPP dengan dukungan BPDP pada 24–25 Juni 2026 di Kota Cirebon. Foto: Istimewa.

telusur.co.id -Semangat belajar dan berinovasi terpancar dari wajah para peserta yang mengikuti Workshop Produk UMKM Perkebunan yang diselenggarakan oleh Politeknik LPP dengan dukungan BPDP pada 24-25 Juni 2026 di Kota Cirebon. 

Sebanyak 100 pegiat UMKM dari berbagai latar belakang usaha hadir untuk meningkatkan kapasitas, memperluas wawasan, dan mencari peluang baru dalam mengembangkan usaha berbasis sektor perkebunan.

Kegiatan ini menghadirkan berbagai narasumber yang memiliki pengalaman akademik maupun praktis di bidang pengembangan usaha, pemanfaatan limbah perkebunan, dan pemasaran digital. Kehadiran peserta yang didominasi perempuan menunjukkan semakin besarnya peran UMKM dalam mendorong kemandirian ekonomi keluarga dan masyarakat.

Kepala Divisi Kerjasama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansyah, menyampaikan penguatan kapasitas UMKM merupakan investasi penting bagi pembangunan ekonomi nasional.

“UMKM memiliki peran strategis dalam menciptakan nilai tambah sektor perkebunan. Kami berharap kegiatan ini dapat melahirkan pelaku usaha yang adaptif, kreatif, dan mampu memanfaatkan potensi sumber daya lokal menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi tinggi, Pengembangan UKMK berbasis sawit kakao dan kelapa sejalan dengan upaya pemerintah mendorong pertumbuhan ekonomi nasional hingga 8 persen sebagaimana ditargetkan Presiden Prabowo Subianto” ujar Helmi 

Dukungan terhadap pengembangan UMKM juga disampaikan oleh Wakil Direktur I Politeknik LPP, Ratna Sri Harjanti, yang mewakili Direktur Politeknik LPP.

“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BPDP atas kepercayaan dan dukungan yang diberikan. Sinergi ini menjadi bukti bahwa peningkatan kapasitas masyarakat dapat dilakukan melalui kolaborasi antara dunia pendidikan dan lembaga pengembangan sektor perkebunan,” ungkap Ratna.

Pada sesi pertama, Ratna Sri Harjanti mengajak peserta melihat limbah sawit dari perspektif yang berbeda. Menurutnya, berbagai jenis limbah sawit dapat diolah menjadi produk kreatif dan bernilai jual sehingga mampu meningkatkan pendapatan masyarakat.

“Konsep ekonomi sirkular harus mulai diterapkan dalam pengembangan UMKM. Apa yang selama ini dianggap limbah sebenarnya dapat menjadi bahan baku usaha yang menjanjikan apabila diolah dengan tepat,” jelasnya.

Selanjutnya, bisnis coach Arief Rukmana memberikan motivasi kepada peserta untuk berani memulai usaha dari skala kecil. Ia menekankan bahwa keberhasilan bisnis tidak selalu ditentukan oleh modal besar, tetapi oleh kemampuan melihat peluang dan ketekunan dalam menjalankan usaha.

“Banyak usaha sukses lahir dari ruang sederhana di rumah. Yang dibutuhkan adalah kemauan belajar, keberanian mengambil langkah pertama, dan komitmen untuk terus berkembang,” terang Arief di hadapan para peserta workshop. 

Sementara itu, materi yang tidak kalah menarik disampaikan oleh Sakti dari Politeknik LPP mengenai branding dan promosi produk melalui media sosial. Dalam paparannya, ia menjelaskan berbagai strategi sederhana yang dapat dilakukan pelaku UMKM untuk membangun identitas merek dan meningkatkan jangkauan pasar.

“Setiap produk memiliki cerita. Tugas pelaku UMKM adalah menyampaikan cerita tersebut kepada konsumen melalui konten yang menarik, konsisten, dan mudah dipahami. Dengan strategi yang tepat, media sosial dapat menjadi mesin pemasaran yang sangat efektif,” tutur Sakti 

Suasana workshop berlangsung cukup interaktif. Para peserta aktif berdiskusi, berbagi pengalaman usaha, serta mengikuti simulasi dan praktik yang diberikan oleh narasumber.

Salah satu peserta, mengungkapkan bahwa kegiatan ini memberikan motivasi baru untuk mengembangkan usahanya.

“Saya mendapatkan banyak ide yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan. Materi yang disampaikan sangat dekat dengan kebutuhan pelaku UMKM,” ujar peserta tersebut.

Peserta lainnya mengaku mendapatkan pemahaman baru mengenai pentingnya branding produk.

“Selama ini saya fokus pada produksi, tetapi sekarang saya memahami bahwa kemasan, cerita produk, dan promosi digital juga sangat menentukan keberhasilan usaha,” pungkasnya.

Lebih lanjut, Workshop ini tidak hanya menjadi sarana transfer pengetahuan, tetapi juga ruang untuk membangun jejaring dan kolaborasi antar pelaku usaha. Semangat berbagi pengalaman yang tercipta selama kegiatan menjadi modal penting dalam membangun ekosistem UMKM yang lebih kuat dan berdaya saing.

Ke depan, kegiatan semacam ini diharapkan mampu melahirkan pelaku UMKM yang lebih inovatif, meningkatkan pemanfaatan sumber daya perkebunan secara optimal, memperluas penggunaan teknologi digital dalam pemasaran produk, serta menciptakan usaha-usaha baru yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendukung pembangunan ekonomi daerah maupun nasional secara berkelanjutan


Tinggalkan Komentar