telusur.co.id - Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, M. Rizky, mendorong penguatan sinergi antara pemerintah desa dengan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta Industri Kecil dan Menengah (IKM) sebagai strategi memperkuat perekonomian desa.
Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan pengawasan penyelenggaraan pemerintahan bertema Sinergi Pemdes dengan UKM dan IKM yang digelar di Desa Cipayung, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Jumat, 13 Februari 2026.
Dalam kegiatan tersebut, M. Rizky menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi UMKM dan IKM desa, mulai dari keterbatasan infrastruktur dan alat produksi, rendahnya pemanfaatan teknologi digital, keterbatasan sumber daya manusia, hingga akses pembiayaan dan pemasaran yang masih terbatas.
“UMKM desa memiliki potensi besar untuk menjadi motor penggerak ekonomi lokal. Namun potensi itu tidak akan maksimal tanpa dukungan infrastruktur, akses teknologi, dan kemitraan yang kuat,” ujar M. Rizky.
Ia menekankan pentingnya optimalisasi aset desa, termasuk pemanfaatan gedung milik desa sebagai pusat kegiatan produksi maupun pemasaran produk UMKM. Selain itu, penguatan infrastruktur digital seperti perluasan jaringan internet dan akses teknologi dinilai menjadi kebutuhan mendesak agar pelaku usaha desa mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Menurutnya, pengembangan UMKM tidak cukup hanya dengan bantuan modal, tetapi harus disertai pelatihan, pendampingan, serta pembukaan akses ke jaringan pemasaran dan rantai pasok regional maupun nasional.
“Sinergi antara pemerintah desa, sektor swasta, dan lembaga eksternal harus diperkuat. Dengan kolaborasi yang tepat, keterbatasan tenaga, modal, dan pemasaran dapat diatasi secara bertahap,” katanya.
Melalui fungsi pengawasan DPRD, M. Rizky mendorong agar pembangunan infrastruktur desa tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas fisik, tetapi juga menjadi pilar utama dalam mendorong keberlanjutan ekonomi dan pemberdayaan UMKM lokal.
Ia berharap strategi yang terintegrasi antara infrastruktur, peningkatan kapasitas SDM, serta kemitraan usaha dapat menjadikan desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi yang mandiri dan berdaya saing. (VC)



