Masinton: Yang Diusung Jadi Capres dan Cawapres Harusnya Kader Partai, Bukan yang Lain  - Telusur

Masinton: Yang Diusung Jadi Capres dan Cawapres Harusnya Kader Partai, Bukan yang Lain 

Politikus PDI Perjuangan, Masinton Pasaribu. (Foto: telusur.co.id/Bambang Tri).

telusur.co.id - Politikus PDI Perjuangan Masinton Pasaribu mengatakan, seharusnya yang diusung oleh partai politik untuk menjadi calon presiden dan calon wakil presiden adalah kader partai politik, bukan di luar itu. 

"Syarat dalam Undang-Uundang Dasar kita kan presiden dan wakil presiden dicalonkan oleh partai politik.  Nah sebenarnya partai politik harus kita dorong sama sama untuk melahirkan kader-kader utamanya," kata Masinton dalam diskusi Dialektika Demokrasi di Media Center DPR RI, Komplek Parlemen Senayan, Kamis (16/2/23)).

Anggota Komisi XI DPR RI itu menegaskan, dengan mencalonkan kader-kadernya sebagai pemimpin, maka partai politik mempunyai kedaulatan.

"Nah maka sebenarnya kalau kita bicara kontestasi calon presiden dan calon wakil presiden, sesungguhnya partailah yang berdaulat, partai sorongkanlah kadernya. Ngapain kok yang bukan kader partai yang diusung," ujarnya.

Dengan begitu, kata dia, maka partai politik tidak sekedar dijadikan seperti "Taxi Online" oleh pemilik modal atau kapital. Menurut Masinton, jika yang dimajukan sebagi calon presiden adalah orang yang tidak mau bersusah payah di partai politik, maka akhirnya partai politik dipandang sebelah mata.

"Kalau model begini kita pertahankan, orang yang punya modal, atau orang yang nggak mau berkeringat, nggak mau bersusah payah dan nggak mau berdarah darah di partai, dia akan memandang partai politik gampang, entar gua beli, kayak taksi online," urainya. 

"Maka yang diusung harusnya kader partai politik, bukan karena tampangnya klimis, ngomongnya tertata, Kayak orang lagi lewat, ini ganteng nih, ngomongnya tertata, ayo kita calonin yuk. Itu nanti bingung tuh jadinya," imbuhnya.

Karenanya, ia berharap ke depannya rakyat jangan lagi gampang terpesona lagi. Jika partai politik tidak punya kader untuk diusung, menurutnya, lebih baik tidak usah dipilih.

"Partai politik yang gak punya kader ya sudahlah nggak usah dipilih. Karena buat apa (dipilih)? Kan tugas partai politik melahirkan kader-kader pemimpin bangsa kok. Terus tokoh tokoh yang gak mau berpartai tapi pengen jabatan ya jangan dipilih, gak teruji dia, gak pernah minpin organisasi juga," tandasnya. [Tp] 


Tinggalkan Komentar