telusur.co.id - Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, menggelar pertemuan dengan para seniman seni rupa di Yogyakarta pada 29 Maret 2026. Kegiatan yang berlangsung di Grand Hotel de Djokja ini bertujuan memperkuat ekosistem seni rupa nasional sekaligus mendorong peran strategis seniman dalam diplomasi budaya Indonesia.
Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog terbuka antara pemerintah dan pelaku seni, dengan berbagai isu yang dibahas, mulai dari penguatan infrastruktur seni, akses ruang pamer, hingga dukungan mobilitas seniman ke panggung internasional.
Dalam sambutannya, Fadli Zon menegaskan bahwa seni rupa memiliki peran penting, tidak hanya sebagai medium ekspresi, tetapi juga sebagai representasi identitas bangsa. Ia menyampaikan komitmen pemerintah untuk memperluas ruang kreatif serta memanfaatkan aset budaya sebagai platform pengembangan seni kontemporer.
“Kita ingin memastikan bahwa para seniman tidak berjalan sendiri. Negara hadir untuk membuka akses, memperkuat jejaring, dan menciptakan ekosistem yang sehat bagi tumbuhnya praktik seni rupa yang berkelanjutan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Fadli Zon menekankan pentingnya memperkuat kehadiran seniman Indonesia di tingkat global. Ia menilai diplomasi budaya melalui seni rupa menjadi cara efektif untuk memperkenalkan keragaman dan dinamika budaya Indonesia ke dunia internasional. Pemerintah pun berkomitmen mendorong kolaborasi lintas negara serta partisipasi dalam berbagai pameran internasional.
Sejumlah seniman turut hadir dalam pertemuan tersebut, di antaranya Jumaldi Alfi, Yunizar, Putu Sutawijaya, Mahdi Abdullah, Erica Hestu, Diah Yulianti, Yusman, Ugo Untoro, Nasirun, serta Galam Zulkifli.
Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan pelaku seni rupa, guna menciptakan ekosistem yang lebih inklusif dan berdaya saing. Ke depan, Kementerian Kebudayaan akan terus memperluas akses, memperkuat jejaring, serta menjadikan seni rupa sebagai instrumen strategis dalam diplomasi budaya Indonesia di tingkat global. [ham]



