telusur.co.id - Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, meresmikan Pendopo Pate Alos di Besuki, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, menandai babak baru pascarevitalisasi bangunan bersejarah yang memiliki nilai historis tinggi. Peresmian ini sekaligus mempertegas komitmen negara dalam memanfaatkan warisan sejarah sebagai pusat budaya, edukasi, dan penggerak ekonomi kreatif masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Menbud Fadli Zon menekankan bahwa pemajuan kebudayaan merupakan amanat konstitusi sesuai Pasal 32 Ayat 1 UUD 1945. Menurutnya, budaya tidak hanya perlu dilindungi, tetapi juga dikembangkan dan dibina secara berkelanjutan. “Budaya bukanlah beban, melainkan treasure yang tidak akan pernah habis. Revitalisasi Pendopo Pate Alos akan menjadikannya pusat budaya, edukasi, dan pembelajaran,” ujar Fadli Zon.
Pendopo Pate Alos, yang dahulu dikenal sebagai Kawedanan Besuki, merupakan peninggalan kolonial yang menjadi saksi sejarah Besuki sebagai pusat administrasi penting. Menbud menegaskan bahwa revitalisasi ini tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga memastikan warisan budaya tetap hidup dan terjaga bagi generasi kini dan mendatang.
Fadli Zon menambahkan bahwa wajah baru Pendopo Pate Alos merepresentasikan komitmen menempatkan kebudayaan sebagai aset strategis bangsa. Kementerian Kebudayaan berencana mendorong gedung ini menjadi museum yang merekam sejarah Karesidenan Besuki, yang dahulu mencakup lima kabupaten. Selain itu, pendopo ini diharapkan menjadi ruang publik inklusif, pusat aktivitas kebudayaan, destinasi wisata budaya, serta penggerak ekonomi kreatif dan UMKM lokal.
Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, menyampaikan bahwa kehadiran Menteri Kebudayaan memberikan dukungan moral yang besar bagi masyarakat dalam menjaga dan menghidupkan warisan leluhur. Peresmian ini juga dihadiri Wakil Bupati Situbondo, Ulfiyah; Wakil Bupati Probolinggo, H. Fahmi Abdul Haq Zaini; Ketua DPRD Situbondo, Mahbub Junaidi; serta tokoh masyarakat, budayawan, seniman, dan komunitas budaya.
Menutup sambutannya, Menbud Fadli Zon mengajak masyarakat untuk menjaga warisan sejarah agar sejarah Besuki terus lestari. “Mari kita jaga warisan megah ini sebagai simbol keberlanjutan budaya dan harapan bagi generasi mendatang,” pungkasnya.
Kementerian Kebudayaan menegaskan komitmennya menjaga warisan budaya dengan revitalisasi dan aktivasi bangunan sejarah sebagai ruang publik yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk edukasi dan literasi budaya. [ham]




