telusur.co.id - Rapper kontroversial Nicki Minaj kembali memicu perdebatan setelah melontarkan kritik tajam terhadap Jay-Z, industri musik rap, hingga elit politik Amerika Serikat dalam sebuah wawancara terbaru.
Dilansir Rollingout pada Kamis (21/5/2026) Salah satu pernyataan paling menyita perhatian muncul ketika Minaj membahas hubungan dekat Jay-Z dengan Barack Obama selama masa pemerintahannya. Menurut Minaj, kedekatan tersebut justru memengaruhi arah prioritas Democratic Party dan pada akhirnya merugikan partai itu sendiri.
Minaj juga mengklaim banyak rapper sebenarnya menyimpan ketidaksukaan terhadap Jay-Z, namun memilih diam demi menjaga karier mereka di industri hiburan. Ia menilai ada budaya tekanan untuk tetap patuh terhadap figur-figur besar dalam industri musik.
Konflik pribadi Minaj dengan perusahaan milik Jay-Z, Roc Nation, disebut telah berlangsung selama bertahun-tahun. Ia bahkan menuding adanya upaya sabotase terhadap perilisan musik dan performa lagunya di tangga lagu, meski tuduhan tersebut masih menjadi perdebatan di kalangan industri musik. Hingga kini, Jay-Z belum memberikan tanggapan publik terkait pernyataan tersebut.
Dalam wawancara yang sama, Minaj juga menyinggung Gavin Newsom. Ia mengaku kecewa terhadap kepemimpinan Partai Demokrat setelah merasa diabaikan saat mengalami insiden “swatting”, yakni laporan palsu ke polisi yang memicu respons darurat aparat keamanan.
Menurut Minaj, tokoh-tokoh dari Partai Republik justru memberikan respons lebih cepat dibanding pihak Demokrat. Pengalaman itu disebut menjadi salah satu alasan yang membuatnya semakin terbuka menyuarakan pandangan politik di depan publik.
Pernyataan Minaj kembali memperlihatkan bagaimana hubungan antara industri hiburan, politik, dan budaya populer di Amerika Serikat semakin saling terkait. Wawancara tersebut pun langsung memicu perdebatan panas di media sosial, terutama di kalangan penggemar hip-hop dan pengamat politik Amerika.



