telusur.co.id - Pakistan melancarkan serangan udara ke ibu kota Afghanistan, Kabul, serta sejumlah wilayah lain, menyusul eskalasi pertempuran di sepanjang perbatasan kedua negara. Serangan ini terjadi setelah pasukan Afghanistan lebih dulu menyerang posisi militer Pakistan di kawasan perbatasan.
Menteri Pertahanan Pakistan, Khawaja Asif, pada Jumat menyatakan bahwa “kesabaran negaranya telah habis” terhadap otoritas Taliban di Afghanistan. Ia menegaskan bahwa Pakistan kini akan melancarkan “perang terbuka” sebagai respons atas apa yang disebutnya sebagai agresi dari pihak Afghanistan.
Koresponden Al Jazeera di Kabul, Nasser Shadid, melaporkan bahwa ledakan pertama mengguncang Kabul sekitar pukul 01.50 waktu setempat (21.20 GMT), disusul serangan udara kedua tidak lama kemudian. Menurutnya, sistem pertahanan udara Afghanistan langsung merespons dengan tembakan anti-pesawat setelah gelombang pertama dan terus berlanjut usai serangan berikutnya.
Sumber pemerintah Afghanistan mengonfirmasi kepada Al Jazeera bahwa serangan udara menghantam Kabul. Selain itu, jet tempur Pakistan juga dilaporkan menyerang pangkalan militer di Provinsi Kandahar, Afghanistan selatan.
Asif menyebut serangan tersebut sebagai langkah terpaksa yang diambil Pakistan akibat “agresi” Afghanistan. Ia merujuk pada serangan pasukan Afghanistan pada Kamis malam terhadap sejumlah posisi Pakistan di perbatasan.
Sumber militer Afghanistan mengatakan kepada Al Jazeera bahwa dalam serangan tersebut 10 tentara Pakistan tewas dan 13 pos terdepan berhasil direbut. Menurut sumber itu, operasi tersebut merupakan balasan atas serangan Pakistan di wilayah perbatasan pada hari Minggu sebelumnya.
Pakistan mengklaim bahwa serangan mereka pada Minggu menewaskan sedikitnya 70 pejuang. Namun, pihak Afghanistan membantah klaim tersebut dan menyatakan bahwa korban yang jatuh juga termasuk warga sipil.
Rangkaian aksi saling serang ini menandai peningkatan signifikan ketegangan antara kedua negara bertetangga, dengan risiko konflik terbuka yang semakin meluas di kawasan perbatasan. [ham]



