telusur.co.id - Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh mengatakan, percepatan deklarasi Capres yang semula diagendakan pada 10 November menjadi 3 Oktober, tidak ada kaitannya dengan penyelidikan yang dilakukan KPK terkait kasus Formula E.
"Terkait KPK? Mana kita tahu, setahu saya enggak ada kaitannya. Artinya sungguh-sungguh melihat tidak ada kaitanya," kata Paloh di Nasdem Tower, Gondangdia, Jakarta Pusat, Senin (3/10/22).
Menurutnya, agenda deklarasi capres Nasdem dan penyelidikan yang dilakukan KPK berjalan masing-masing.
"Semua berjalan masing-masing," ungkap Paloh.
Paloh mengatakan, bahwa percepatan agenda deklarasi adalah karena hari baik. Selain itu, proses pengambilan keputusan di NasDem tidak rumit sehingga cepat ada putusan.
"Saya lihat hari ini jauh sebagai hari baik, sederhana. Saya lihat cahaya bintang, bulan, pikirkan hari baik. Sesungguhnya itu yang saya pikirkan. NasDem tidak banyak birokrasi dalam ambil keputusan. Saya bilang bagaimana kalau Senin hari baik, oke cocok. Kemudian ada yang bilang jam satu (siang) dan ada yang bilang jam 10, ya sudah jam 10. Itu jawaban yang sebenarnya," beber Paloh.
Diketahui, sebelumnya pada 7 September 2022 lalu Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk dimintai keterangan terkait penyelenggaraan balap mobil Formula E Jakarta. KPK saat ini tengah melakukan penyelidikan terkait adanya dugaan korupsi dalam ajang balap mobil listrik tersebut. [Fhr]



