telusur.co.id - Pemerintah Kota melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok mendorong penerapan konsep 'zero waste' dalam setiap pelaksanaan event di Kota Depok, menyusul meningkatnya antusiasme masyarakat yang turut berdampak pada naiknya volume timbulan sampah saat gelaran Lebaran Depok 2026.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DLHK Kota Depok, Reni Siti Nuraeni mengatakan, konsep zero waste penting diterapkan agar kegiatan besar yang melibatkan banyak pengunjung tetap berjalan bersih dan ramah lingkungan.
“Melihat antusias masyarakat untuk datang dan berpartisipasi dalam setiap kegiatan yang terus meningkat, otomatis potensi timbulan sampah juga semakin banyak. Untuk ke depan kami akan dorong setiap event menjadi zero waste event,” ucap Reni kepada telusur.co.id, Sabtu (9/5/2026).
Dia menegaskan, kebersihan dalam sebuah acara merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah, panitia, pelaku UMKM, hingga masyarakat yang hadir.
Reni juga menyebutkan, DLHK Kota Depok sebelumnya juga telah menyosialisasikan penggunaan perlengkapan ramah lingkungan kepada pelaku UMKM, seperti mengurangi sedotan plastik dan penggunaan wadah makanan yang lebih minim sampah.
Menurut dia, penerapan konsep zero waste memang memerlukan koordinasi lebih intensif antarstakeholder.
Namun Reni optimistis, langkah tersebut dapat diterapkan secara bertahap dalam berbagai event di Kota Depok.
Selain itu, sambung dia, DLHK memastikan tetap mendukung kebersihan selama pelaksanaan acara berlangsung agar sampah dapat langsung tertangani setelah kegiatan selesai.
Lebih lanjut, Reni pun mengajak masyarakat untuk ikut menjaga kebersihan dengan membuang sampah pada tempat yang telah disediakan agar pelaksanaan Lebaran Depok 2026 tidak meninggalkan timbulan sampah di lokasi kegiatan.
"Harapan kami, semua yg terlibat dalam perhelatan akbar ini dapat tetap menjaga kebersihan. Minimal tidak membawa sampah ke tempat acara dan tidak membawa sampah ke luar tempat acara," tutup dia.
Laporan: Malik Sihite



