telusur.co.id - Pengamat politik Institute for Digital Democracy (IDD) Yogyakarta, Bambang Arianto menyoroti peningkatan elektabilitas partai Golkar pada Pemilihan Umum (Pemilu ) 2024. Ia menilai peningkatan itu terjadi karena adanya pengaruh kepemimpinan Ketua Umum Golkar, Airlangga Hartarto.

Pasalnya, kata Bambang, arah kepemimpinan Airlangga Hartarto dalam membawa kursi Golkar menjadi 14,79 persen sangat tinggi.

"Saya melihat arah kepemimpinan Airlangga Hartarto  telah membawa kursi Golkar capai 14,79 persen, itu sangat tinggi dan ini pengaruh sosok beliau," kata Bambang dalam keterangannya, Senin (19/2/24).

Bambang menyebut ini moncernya elektabilitas Golkar ini merupakan kalo pertama setelah kepemimpinan Akbar Tanjung di tahun 2004 silam. Menurutnya, Airlangga memiliki peran krusial dalam memilih kader.

"Peran Airlangga dalam memilih kader yang tepat dan bergeraknya  mesin politik yang tidak main-main membawa perubahan bagi partai Golkar," kata Bambang.

Menurut Bambang, citra Golkar di mata masyarakat saat ini semakin tinggi dan dipercaya sebagai partai yang mampu membawa perubahan dalam ekonomi.

Selain sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga juga memiliki banyak kegiatan Golkar saat ini dalam kegiatan ekonomi, seperti UMKM bagi masyarakat dan kegiatan yang membantu perekonomian masyarakat.

"Tingkat kepercayaan dan citra Golkar di mata masyarakat tinggi elektabilitasnya, karena kegiatan Golkar saat ini telah menjalankan kegiatan ekonomi seperti  UMKM bagi masyarakat dan kegiatan yang membantu perekonomian masyarakat," jelasnya.

Selain itu, Airlangga juga dinilai mampu merangkul anak muda masuk menjadi kader Golkar dan menarik suara anak muda pada pemilu 2024 ini.

"Solidnya Ketum dan kader sehingga mendongkrak elektabilitas partai Golkar yang tinggi pada pemilu 2024 ini," ucapnya.

Diketahui, lembaga survei Citra Network Nasional menyampaikan hasil survei pilpres 2024 dimana pilihan parpol jika pemilu digelar hari ini, Golkar, PDIP dan Gerindra merajai posisi tiga besar.

Adapun tingkat keterpilihan Golkar sebesar 17,3 persen, PDIP 16,9 persen, Gerindra 16,7 persen, PKB 10,7 persen, Nasdem 9,3 persen, Demokrat 8,1 persen, PKS 7,2 persen, PPP 2,9 persen, PAN 1,9 persen dan parpol lainnya dibawah 1 persen dan tidak memilih sebanyak 9,8 persen.

Sementara itu, berdasarkan data Komisi Pemilihan Umum (KPU) dari 18 parpol nasional, 9 diantaranya sudah mencapai ambang batas parlemen.

Sebagaimana hasil quick count, ada 8 partai politik tersebut yang memenuhi syarat ambang batas parlemen atau parlementiary threshold dan lolos ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). (Ts)