telusur.co.id - FBI dilaporkan telah meminta catatan panggilan telepon Kash Patel dan Susie Wiles, yang kini menjabat sebagai Direktur FBI dan Kepala Staf Gedung Putih, ketika keduanya masih warga sipil pada 2022–2023. Langkah ini dilakukan dalam konteks penyelidikan federal terhadap Donald Trump terkait dokumen rahasia yang dibawa ke Mar-a-Lago, menurut pernyataan Patel kepada Reuters, Rabu (25/2/2026).
Patel menyebut tindakan FBI itu “sangat keterlaluan” dan sebagai contoh penyalahgunaan kekuasaan pejabat pemerintah yang tidak dipilih. Menurutnya, catatan telepon mereka disimpan sedemikian rupa sehingga menyulitkan para pemimpin baru FBI untuk menemukannya setelah mengambil alih biro pada Februari 2025. Patel menambahkan, setidaknya 10 karyawan FBI saat ini telah diberhentikan terkait pengungkapan penargetan terhadap dirinya dan Wiles.
Departemen Kehakiman AS menyatakan bahwa sebagian materi yang ditahan termasuk dokumen yang dilindungi hukum, duplikat, atau terkait penyelidikan federal yang masih berjalan. Mereka menegaskan akan merilis kembali catatan yang sebelumnya disunting.
Demokrat di Kongres menilai Penasihat Khusus Jack Smith, yang memimpin penyelidikan terhadap tuduhan Trump, telah bertindak sesuai hukum. Smith memfokuskan penyelidikan pada apakah Trump ikut campur dalam pemilihan 2020 dan menyimpan dokumen rahasia di Mar-a-Lago. Patel dan Wiles diketahui diwawancarai selama proses ini, dengan Patel menerima kekebalan terbatas dari tuduhan pidana.
Menurut Patel, FBI menggunakan surat panggilan untuk memperoleh catatan panggilan yang merinci waktu dan penerima panggilan, tetapi bukan isi percakapan. Langkah ini dianggap sah secara hukum, meski memicu kontroversi terkait penyelidikan Trump dan dugaan penghambatan keadilan.
Kasus dokumen Mar-a-Lago sebelumnya menjerat Trump dengan tuduhan terkait penyimpanan dan penghalangan pengembalian dokumen rahasia. Kasus tersebut dibatalkan oleh hakim federal, dan Smith membatalkan banding setelah Trump memenangkan pemilihan masa jabatan kedua. Trump sendiri menegaskan tidak melakukan kesalahan terkait perkara ini.
Gedung Putih dan Susie Wiles belum memberikan komentar resmi terkait penyitaan catatan telepon ini.
Reuters



