telusur.co.id - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) mengajak Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) untuk deklarasi pemilu damai lintas iman.
Komisioner Bawaslu RI, Herwyn JH Malonda mengatakan, pihaknya mengajak PGI terlibat dalam menciptakan Pemilu 2024 yang damai, sejuk, kondusif, berintegritas, jujur , adil dan bermartabat.
"PGI sebagai wadah berhimpun gereja-gereja di Indonesia bisa menjadi rujukan gereja untuk menyampaikan kepada para Pendeta dan Tokoh Kristiani tentang materi-materi tentang Pemilu damai, berintegritas, judil dan bermartabat," kata Herwyn dalam keterangannya, Kamis (16/2/23).
Molonda mengatakan bahwa Bawaslu dapat melakukan sosialisasi bersama PGI dalam kegiatan-kegiatan forum warga gereja demi menciptakan gerakan pencegahan pelanggaran Pemilu.
"Bawaslu dapat juga melakukan kerjasama untuk membangun literasi digital pencegahan dan pengawasan Pemilu Serentak Tahun 2024 ini," ucapnya.
Secara lebih spesifik, Malonda mengharapkan PGI dapat melakukan kajian teologis terkait isu-isu pelanggaran Pemilu yang melanggar nilai-nilai Kristiani. Seperti politik uang, mahar politik, hoax, black campaign, dan lain-lain.
PGI pun menyambut baik ajakan kerjasama Bawaslu dalam memaknai Pemilu 2024 ini. "Pada dasarnya PGI siap bekerja sama dengan Bawaslu. Karena itu, ajakan kerjasama untuk Pemilu 2024 yang lebih baik kami sambut dengan gembira," sambut Ketua Umum PGI, Pdt. Gomar Gultom.
"Kami mengganggap ini juga sangat penting. Sebab suksesnya Pemilu adalah juga tanggungjawab warga gereja. Ada beberapa juga kegiatan terkait Pemilu yang akan dilaksanakan PGI tahun ini," kata Pdt. Gomar Gultom.
PGI juga akan mendukung Bawaslu, termasuk dalam melawan kemungkinan akan maraknya politisasi SARA, ujaran kebencian, hoax, dan politik uang.
Diakhir pertemuan, Bawaslu mengemukakan rencana untuk melakukan Deklarasi Pemilu Damai Lintas Iman. Dalam kegiatan itu, Bawaslu mengharapkan PGI hadir bersama-sama dengan organisasi keagamaan lain, yaitu: NU, Muhamadiyah, KWI, Walubi, PHDI, dan Matakin.[Fhr]



