telusur.co.id -Timnas Prancis harus mengubur ambisi menutup perjalanan di Piala Dunia 2026 dengan raihan peringkat ketiga setelah takluk 4-6 dari Inggris dalam laga perebutan tempat ketiga. Meski sempat memberikan perlawanan sengit pada babak kedua, Les Bleus gagal mengejar ketertinggalan besar yang mereka alami sejak awal pertandingan.
Prancis harus tertunduk lesu pada jeda babak pertama dengan skor 0-4 lewat gelontoran gol dari Declan Rice (3'), Ezri Konsa (18'), Saka (37' dan 45+1').
Usai turun minum, Prancis mampu keluar dari tekanan dan mencetak tiga gol melalui aksi Kylian Mbappe (48' dan 66') dan Bradley Barcola (54'). Meski demikian, Inggris mampu menjaga keunggulan lewat tambahan gol dari hattrick Saka dan Jude Bellingham di penghujung pertandingan. Sementara itu, Prancis hanya mampu menambah gol dari aksi Dembele.
Pelatih Prancis, Didier Deschamps, mengakui timnya tampil jauh dari harapan, terutama pada babak pertama. Ia bahkan menyebut performa anak asuhnya pada 45 menit pertama sebagai sesuatu yang memalukan dan mengambil tanggung jawab penuh atas hasil tersebut.
"Ini adalah sebuah kekalahan. Kami tertinggal 4-0; kami menjalani babak pertama yang sangat memalukan. Namun, kami menunjukkan semangat juang, dan ada beberapa hal yang kami lakukan dengan baik. Kami memiliki dua peluang untuk menyamakan kedudukan menjadi 4-4, dan setelah itu kami terus menekan."
"Kami melakukan apa yang memang kami tahu bagaimana melakukannya. Ini adalah kesalahan saya. Saya pasti tidak melakukan apa yang seharusnya dilakukan pada babak pertama. Setidaknya di akhir pertandingan permainan kami mulai terlihat, meskipun kekalahan ini tetap menyakitkan. Tentu saja, akan lebih baik jika kami bisa finis di peringkat ketiga," kata Deschamps usai pertandingan dilansir dari situs resmi FIFA, Minggu (19/7).
Meski gagal membawa Prancis naik podium, pelatih berusia 57 tahun itu menilai perjalanan Les Bleus di Piala Dunia 2026 tetap menyisakan banyak hal positif. Menurutnya, skuad muda Prancis telah menunjukkan kualitas yang menjanjikan untuk masa depan.
Deschamps menegaskan bahwa kegagalan di semifinal melawan Spanyol dan kekalahan dari Inggris tidak menghapus perkembangan yang telah dicapai timnya sepanjang turnamen.
"Kami datang ke sini dengan ambisi yang sangat besar. Kami berhasil melakukan cukup banyak hal positif. Kami gagal dalam pertandingan melawan Spanyol. Namun, ini bukan berarti semuanya sia-sia. Kami memiliki skuad yang berkualitas, para pemain muda yang akan terus berkembang dan naik ke level yang lebih tinggi. Kami memiliki talenta untuk terus meraih hasil-hasil yang sangat baik," ungkapnya.
Mantan kapten timnas Prancis tersebut juga mengungkapkan kebanggaannya terhadap para pemain setelah delapan pekan menjalani persiapan dan berjuang bersama selama turnamen berlangsung.
Menurut Deschamps, kebersamaan yang terjalin sepanjang Piala Dunia menjadi pengalaman yang berharga, terlepas dari hasil yang tidak sesuai harapan.
"Secara pribadi, ini merupakan perjalanan yang benar-benar luar biasa bersama mereka. Kami menghabiskan delapan minggu bersama sejak awal persiapan. Itu adalah pengalaman yang indah. Kekecewaan ini ada pada sisi olahraga, tetapi kami juga memiliki kesempatan untuk membangkitkan emosi, dan jutaan rakyat Prancis dapat merasakan emosi tersebut. Ini adalah Piala Dunia tidak ada yang lebih indah daripada itu," tutup Deschamps.
Hasil ini menjadi penutup pahit karier Deschamp sebagai pelatih timnas Prancis.



