telusur.co.id - Harapan besar Prancis untuk tampil sebagai penantang serius di ajang Piala Thomas 2026 harus menghadapi kenyataan pahit setelah kalah telak 4-1 dari Thailand pada laga pembuka Grup D di Horsens, Denmark, Jumat.
Kekalahan ini diawali dengan hasil kurang memuaskan dari tunggal utama Prancis, Christo Popov, yang takluk dari pemain andalan Thailand, Kunlavut Vitidsarn, dalam dua gim langsung 21-15, 22-20. Padahal, Popov datang dengan keunggulan rekor pertemuan dan diharapkan mampu menyumbang poin pembuka.
Situasi semakin sulit setelah tunggal kedua Prancis, Alex Lanier, gagal memenuhi ekspektasi. Ia kalah 21-17, 21-19 dari Panitchaphon Teeraratsakul dalam laga yang menjadi titik krusial bagi hasil akhir pertandingan.
Sempat muncul secercah harapan ketika Toma Junior Popov tampil dominan dengan kemenangan telak 21-6, 21-7 atas Puritat Arree di partai ketiga. Namun momentum itu tidak bertahan lama.
Di sektor ganda, pasangan Julien Maio / William Villeger harus mengakui keunggulan duet Thailand Ruttanapak Oupthong / Dechapol Puavaranukroh dengan skor 21-15, 17-21, 21-10—hasil yang memastikan kemenangan Thailand.
Partai terakhir kembali menjadi milik Thailand setelah pasangan Prancis yang diperkuat kembali oleh kakak beradik Popov gagal mengatasi Peeratchai Sukphun / Pakkapon Teeraratsakul, kalah 11-21, 21-11, 21-12.
Kini Prancis berada dalam tekanan besar. Untuk menjaga peluang lolos ke fase gugur, mereka wajib meraih kemenangan dalam dua laga tersisa, termasuk menghadapi tim unggulan seperti Indonesia dan tim kuda hitam Aljazair.
Kekalahan ini menjadi pukulan awal bagi skuad Prancis yang sebelumnya digadang-gadang sebagai salah satu tim terkuat dalam sejarah mereka, terlebih setelah keberhasilan di kejuaraan tim Eropa awal tahun. Strategi rotasi pemain yang dirancang untuk menjaga kebugaran pun belum membuahkan hasil di laga pembuka ini.



