telusur.co.id - Presiden Iran, Masoud Pezeshkian menyerukan percepatan pengembangan industri pertahanan Iran menuju teknologi canggih, dengan menekankan pentingnya kesiapan militer menghadapi ancaman yang terus berkembang, baik secara teknologi maupun strategi.

Dikutip Kantor berita IRNA (26/5/2026), dalam pertemuan di Tehran bersama para komandan dan pejabat senior Kementerian Pertahanan Iran, Pezeshkian memuji kinerja angkatan bersenjata yang dinilai berkontribusi pada peningkatan daya gentar militer negara tersebut.

Ia menyebut kemampuan operasional dan kesiapan strategis militer Iran sebagai hasil dari perencanaan jangka panjang dan proses modernisasi yang berkelanjutan.

“Musuh tidak pernah membayangkan bahwa Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran memiliki kemampuan ofensif, kesiapan operasional, dan kesiapan strategis seperti itu,” ujarnya.

Pezeshkian menegaskan bahwa perkembangan teknologi militer global menuntut Iran untuk bergerak lebih cepat dalam inovasi pertahanan, termasuk memperkuat kolaborasi dengan universitas, pusat riset, dan perusahaan berbasis pengetahuan.

Ia juga menyoroti pentingnya modernisasi struktur keamanan nasional serta peningkatan infrastruktur pertahanan agar lebih adaptif terhadap perubahan teknologi.

Selain aspek militer, ia menekankan bahwa dukungan terhadap personel angkatan bersenjata dan keluarga mereka tetap menjadi prioritas utama pemerintah, karena sumber daya manusia dianggap sebagai fondasi utama kekuatan pertahanan.

Di sisi lain, Pezeshkian menyoroti pentingnya persatuan nasional dan kohesi sosial, sekaligus memperingatkan adanya upaya eksternal yang dapat memecah belah stabilitas dalam negeri.

Ia juga menyebut bahwa sejumlah negara di kawasan kini mulai menyadari bahwa ketergantungan pada Amerika Serikat tidak selalu menjamin keamanan jangka panjang.