Ronaldo Ngamuk Diganti, Al Nassr Justru Berbalik Menang atas Al Ettifaq - Telusur

Ronaldo Ngamuk Diganti, Al Nassr Justru Berbalik Menang atas Al Ettifaq

Penyerang Al Nassr, Cristiano Ronaldo

telusur.co.id - Keputusan berani Ange Postecoglou menarik Cristiano Ronaldo dari lapangan justru menjadi titik balik kebangkitan Al Nassr. Tertinggal dua gol dan bermain dengan 10 pemain, Al Nassr secara luar biasa membalikkan keadaan menjadi 3-2 atas Al Ettifaq pada pekan ketiga Liga Arab Saudi di Stadion Abdullah Al Dabil, Dammam, Selasa (25/8/2026).

Al Nassr sebenarnya menghadapi situasi nyaris mustahil. Baru 12 menit pertandingan berjalan, kiper Bento harus menerima kartu merah setelah melakukan pelanggaran terhadap Moussa Dembele di luar kotak penalti.

Kondisi tersebut memaksa Postecoglou mengorbankan Angelo untuk memasukkan kiper debutan Abdulrahman Al Otaibi.

Kiper berusia 18 tahun itu kemudian harus memungut bola dua kali dari gawangnya. Ondrej Duda dan Alvaro Medran membawa Al Ettifaq unggul 2-0.

Di tengah situasi sulit tersebut, Cristiano Ronaldo yang dipercaya tampil sejak menit pertama juga gagal memberikan dampak berarti.

Kapten Al Nassr itu hanya melepaskan dua tembakan pada babak pertama, dengan satu di antaranya tepat sasaran. Ronaldo juga relatif jarang terlibat dalam permainan tim. Ia hanya menyentuh bola tujuh kali dan mencatat tiga operan akurat dari lima percobaan.

Situasi semakin panas ketika Ronaldo terlihat frustrasi setelah Al Nassr kebobolan. Puncaknya terjadi ketika Postecoglou memutuskan menggantinya pada awal babak kedua.

Ronaldo ditarik keluar pada menit ke-46 dan digantikan Abdullah Al Khaibari. Keputusan tersebut sempat menjadi sorotan mengingat status Ronaldo sebagai kapten sekaligus salah satu pemain paling terkenal di dunia.

Namun, keputusan Postecoglou justru menjadi awal perubahan besar.

Al Nassr Menggila Tanpa Ronaldo

Setelah Ronaldo meninggalkan lapangan, permainan Al Nassr justru terlihat lebih cair. Postecoglou kemudian kembali melakukan perubahan dengan menarik Kingsley Coman dan Samu Costa.

Keduanya digantikan pemain lokal, Sami Al Najei dan Abdullah Al Hamdan Perubahan tersebut menghasilkan dampak luar biasa.

Dalam sekitar 20 menit terakhir pertandingan, Al Nassr bangkit secara dramatis dan mencetak tiga gol untuk membalikkan kedudukan.

Sadio Mane menjadi aktor utama comeback tersebut. Penyerang asal Senegal itu mencetak dua gol, sementara Abdulelah Al Amri menyumbangkan satu gol lainnya.

Joao Felix juga memainkan peran penting. Pemain asal Portugal tersebut mencatat dua assist, termasuk dalam proses terciptanya gol-gol penting Al Nassr.

Gol kedua Mane yang memastikan kemenangan 3-2 bahkan tercipta pada menit ke-90 setelah mendapat kreasi dari Al Najei.

Comeback tersebut sekaligus memperlihatkan keberanian Postecoglou dalam mengambil keputusan di tengah tekanan.

Pelatih asal Australia itu menegaskan bahwa pergantian pemain tidak didasarkan pada status seorang pemain, melainkan kebutuhan tim. "Saat saya melakukan pergantian pemain termasuk menarik keluar Ronaldo, saya yakin para pemain yang masuk bisa memberikan dampak," ujar Postecoglou.

Ia menegaskan seluruh pemain pengganti mampu memberikan kontribusi positif bagi tim.

Postecoglou juga berusaha menghindari pembahasan berlebihan mengenai Ronaldo. "Ronaldo bermain baik, tapi kami mencoba melakukan pendekatan yang berbeda."

Menurutnya, hal terpenting dari kemenangan tersebut adalah perjuangan seluruh pemain Al Nassr yang tetap mampu tampil luar biasa meski harus bermain dengan 10 orang. "Ada cerita yang lebih besar hari ini, yaitu bahwa kesepuluh pemain Al Nassr menampilkan performa luar biasa."

Ronaldo Mulai Tak Lagi Jadi Pusat Permainan?

Kemenangan tersebut membuat Al Nassr sempurna dalam tiga pertandingan awal Liga Arab Saudi. Mereka mengoleksi sembilan poin dan bercokol di puncak klasemen.

Menariknya, kontribusi Ronaldo dalam tiga kemenangan tersebut terbilang minim.

Pada laga pertama melawan Al Fateh, Al Nassr menang 3-0 ketika Ronaldo belum bermain.

Pada pertandingan kedua kontra Al Riyadh, Ronaldo memang mencetak satu gol dalam kemenangan 4-0. Namun, ia baru masuk ketika Al Nassr sudah unggul 3-0.

Kini, ketika menghadapi Al Ettifaq, Al Nassr justru mampu melakukan comeback spektakuler setelah Ronaldo ditarik keluar.

Rangkaian hasil tersebut kemudian memunculkan pertanyaan baru: apakah kehadiran Ronaldo masih menjadi faktor utama bagi perkembangan permainan Al Nassr?

Usia Ronaldo yang kini menginjak 41 tahun juga menjadi salah satu faktor yang tak bisa diabaikan. Sang megabintang masih memiliki kemampuan mencetak gol, tetapi tuntutan permainan modern membuat kontribusi seorang penyerang tak lagi sebatas mencetak gol.

Ketika seluruh serangan terlalu berorientasi kepadanya, permainan tim berpotensi menjadi lebih mudah ditebak. Terlebih, kemampuan Ronaldo dalam membuka ruang dan bergerak tanpa bola tidak lagi seganas ketika dirinya berada di usia puncak.

Hal tersebut sejalan dengan analisis Thierry Henry ketika membahas permainan Portugal di Piala Dunia 2026. Legenda Prancis itu menekankan bahwa dalam sepak bola, timlah yang harus mencetak gol, bukan sekadar mengandalkan individu.

Kini, Postecoglou tampaknya mulai menunjukkan keberanian untuk menerapkan prinsip tersebut di Al Nassr.

Dan kemenangan atas Al Ettifaq menjadi bukti paling nyata: ketika Ronaldo keluar, Al Nassr justru menemukan cara untuk bangkit dari keterpurukan.

 


Tinggalkan Komentar