telusur.co.id - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyerahkan penentuan calon wakil presiden (cawapres) kepada Anies Baswedan. Hal itu disampaikan Wakil Ketua Majelis Syura Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman di Jakarta, Senin (30/1/23).
"PKS memiliki sikap bahwa proses penentuan cawapres itu semua partai berhak mengajukan, tapi pada akhirnya pemilihan diserahkan kepada capres, tentu saja melalui mekanisme yang objektif," kata Sohibul.
Dia menegaskan PKS akan tetap dalam koalisi ini. Menurutnya, selama cawapres yang dipilih itu bisa mendongkrak kemenangan, tidak harus kader PKS, tapi bisa siapa pun.
"PKS tetap akan dalam koalisi ini," tegasnya.
Sohibul menjelaskan alasan mendukung Anies Baswedan sebagai calon presiden merupakan hasil musyawarah Majelis Syura PKS pada Agustus 2022.
Terdapat tiga kriteria untuk calon presiden yang diusung PKS, yakni sosok simbol perubahan, sosok nasionalis religius, dan memiliki elektabilitas yang memungkinkan untuk menang.
"Kami tidak memiliki istilah elektabilitas survei tertinggi karena dinamika hari ini tentu berbeda dengan dinamika saat 14 Februari 2024," katanya.
Terkait elektabilitas, kata dia, paling sederhana masuk dalam tiga besar elektabilitas survei hari ini. [Tp]



