Soal Gusuran Di Sunter, Ini Kata Walikota Jakut

telusur.co.id - Walikota Jakarta Utara Sigit Wijatmoko angkat bicara soal penertiban bangunan dan tempat usaha warga di kawasan Sunter, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (14/11) oleh Pemprov DKI Jakarta. 

Menurutnya, warga telah mengetahui rencana Pemprov itu, dua bulan sebelumnya. Pemprov DKI telah melakukan sosialisasi kepada warga mengenai rencana penggusuran di daerah tersebut dan warga telah menyetujuinya. 

"Itu sudah dilakukan dua bulan lebih dengan warga. Semua sepengetahuan warga," sebut Sigit, Senin (18/11/19). 

Bahkan, ia menyebut, warga sendiri yang membongkar bangunannya dan Pemerintah Kota hanya membantu. "Proses pembongkaran bangunan (kita) hanya membantu. Itu dilakukan sendiri oleh mereka," jelasnya. 

Dari itu lah ia membantah, kabar proses penggusuran di Sunter, Jakarta Utara berlangsung ricuh.

Tidak itu saja, Sigit juga menilai, dari penggusuran itu tidak ada janji yang dilanggar oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Melihat, kawasan yang digusur bukan wilayah pemukiman melainkan bangunan liar yang dijadikan usaha rongsokan. 

"Bangunan di sana tidak sesuai aturan. Karena memang bukan tempat tinggal, di sana sebagai ruang usaha," tuturnya. 

Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta melakukan penertiban bangunan di Jalan Agung Prakasa Sunter VIII. Tujuan dari penertiban itu, dilakukan untuk mengembalikan fungsi saluran dan jalan yang diduduki sejumlah pengusaha barang bekas. [ham]

Tinggalkan Komentar