Survei ASI: 51,5 Persen Masyarakat Ingin Program MBG Dilanjutkan - Telusur

Survei ASI: 51,5 Persen Masyarakat Ingin Program MBG Dilanjutkan

Hasil survei nasional yang dirilis Lembaga Arus Survei Indonesia (ASI) dalam “Evaluasi Kinerja & Program Prioritas Pemerintahan Prabowo-Gibran.” Foto: Istimewa.

telusur.co.id -Mayoritas masyarakat masih menginginkan keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Hal tersebut tergambar dalam hasil survei nasional yang dirilis Lembaga Arus Survei Indonesia (ASI). Berdasarkan survei tersebut, sebanyak 51,5% masyarakat menyatakan setuju program MBG dilanjutkan (Gabungan sangat setuju 12,3% dan cukup setuju 39,2%)

Sementara itu, sebanyak 45,4% responden menyatakan tidak setuju program tersebut dilanjutkan. Angka tersebut gabungan dari kurang puas 29,6%, dan sangat tidak setuju 15,8%.  Adapun 3,3% responden menyatakan tidak tahu atau tidak menjawab.

Direktur Eksekutif Arus Survei Indonesia, Ali Rif'an, mengatakan hasil tersebut menunjukkan dukungan terhadap keberlanjutan program MBG masih sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan masyarakat yang menginginkan program tersebut dihentikan.

“Kalau melihat hasil survei, mayoritas masyarakat masih menyatakan setuju apabila program Makan Bergizi Gratis dilanjutkan. Angkanya memang tidak terlalu jauh, tetapi dukungan publik masih berada di atas angka ketidaksetujuan,” ujar Ali Rif'an dalam agenda rilis survei nasional di Sofyan Hotel Cut Meutia, Menteng, Jakarta, Minggu (6/9/2026).

Menurut Ali, temuan tersebut menunjukkan bahwa MBG masih dipandang sebagai program yang memiliki relevansi dengan kebutuhan masyarakat. Namun, adanya proporsi masyarakat yang tidak setuju cukup besar juga menjadi catatan bagi pemerintah untuk terus melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program.

“Di satu sisi ada dukungan mayoritas, tetapi di sisi lain angka yang tidak setuju juga cukup signifikan. Ini tentu menjadi catatan bahwa keberlanjutan program perlu dibarengi dengan evaluasi dan perbaikan agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat,” lanjutnya.

Ali menambahkan, tingkat dukungan masyarakat terhadap keberlanjutan program pemerintah sangat bergantung pada implementasi serta manfaat yang dirasakan secara langsung.

“Yang penting bukan hanya programnya dilanjutkan, tetapi bagaimana kualitas pelaksanaannya. Ketika masyarakat merasakan manfaat secara nyata, tentu dukungan terhadap program akan semakin kuat,” tutur Ali.

Dalam agenda tersebut, turut hadir juga Prof. Dr. Drs. Trubus Rahardiansah, M.S., S.H., M.H., Pakar Kebijakan Publik Universitas Trisakti, yang menjadi bagian dari diskusi dalam agenda pemaparan hasil survei dan evaluasi program prioritas pemerintah.

Rilis survei Arus Survei Indonesia itu merupakan bagian dari riset nasional bertajuk “Evaluasi Kinerja & Program Prioritas Pemerintahan Prabowo-Gibran.”

Survei dilaksanakan pada 23-29 Juli 2026 secara nasional di 38 provinsi di Indonesia melalui wawancara tatap muka. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 1.200 responden, dengan penarikan sampel menggunakan metode Multistage Random Sampling dan margin of error (MoE) ±2,9% pada tingkat kepercayaan 95%.


Tinggalkan Komentar