Thailand Open 2026: Thalita Bangkit dari Tertinggal 16-19, Tiket Babak Utama Diraih Dramatis - Telusur

Thailand Open 2026: Thalita Bangkit dari Tertinggal 16-19, Tiket Babak Utama Diraih Dramatis

 Tunggal putri muda Indonesia, Thalita Ramadhani Wiryawan

telusur.co.id - Tunggal putri muda Indonesia, Thalita Ramadhani Wiryawan, sukses memastikan tempat di babak utama Thailand Open 2026 usai menyapu bersih dua pertandingan kualifikasi dengan perjuangan tidak mudah.

Pada laga pertama, Thalita menundukkan wakil Myanmar, Thet Htar Thuzar, lewat dua gim langsung 21-18, 21-14. Namun ujian sesungguhnya datang pada partai final kualifikasi saat menghadapi wakil Chinese Taipei, Chen Su Yu.

Thalita tampil impresif di gim pembuka dengan kemenangan telak 21-8, tetapi lawannya mampu bangkit dan merebut gim kedua 21-11. Pertarungan sengit terjadi di gim penentuan. Sempat tertinggal 16-19, Thalita menunjukkan mental kuat sebelum akhirnya membalikkan keadaan dan menang 21-19.

“Alhamdulillah hari ini di kualifikasi bisa menang dua-duanya, bisa masuk ke babak utama. Pertandingan yang pagi tadi lawannya lumayan bagus, rally-nya dia ulet dan yang kedua ini juga tidak mudah,” ujar dalam keterangan tertulis, Selasa (12/5/2026).

Pebulu tangkis muda Indonesia itu mengaku mencoba tetap tenang ketika tertinggal di poin-poin kritis gim ketiga.

“Apalagi di gim ketiga saya sudah tertinggal 16-19. Tapi dari sana coba mau lawan saja, coba dulu dan yang penting masuk dulu bolanya. Nothing to lose dan main safe, tidak memaksa penempatannya terlalu ke pinggir,” katanya.

Thalita juga menyebut pengalaman tampil di Piala Uber 2026 menjadi pelajaran berharga untuk meningkatkan motivasi dan mental bertanding.

“Pastinya kemarin pulang dari Piala Uber banyak dapat pelajaran dan motivasi tapi saya langsung fokus balikin kondisinya, jam tidurnya karena perbedaan waktu yang lumayan panjang. Lalu persiapan lagi, fokus ke sini,” ungkapnya.

Meski berhasil melangkah ke babak utama, Thalita memilih tetap fokus menghadapi pertandingan demi pertandingan tanpa ingin terbebani target jauh.

“Tidak mau berpikir terlalu jauh, mau satu-satu saja dilewati. Lawannya tidak ada yang mudah,” tutup Thalita.


Tinggalkan Komentar