Zulhasan Cerita Makan Telur Dibagi Delapan, Dipotong Pakai Benang - Telusur

Zulhasan Cerita Makan Telur Dibagi Delapan, Dipotong Pakai Benang

Zulkifli Hasan

telusur.co.id - Setiap orang ada sejarahnya. Begitu pula dengan sosok Wakil Ketua MPR Zulkifli Hasan. Zulhasan, biasa ia disapa, kerap mendatangi masyarakat diberbagai daerah dalam rangka sosialisasi empat pilar kebangsaan. 

Kemarin, Zulhasan yang juga sebagai ketua umum PAN dua periode ini mengelar sosialisasi di Lampung. Ketika berhadapan dengan emak-emak, Zulhasan banyak menyinggung berbagai hal termasuk perjalanan hidupnya yang susah.

"Setiap kali memberikan sosialisasi empat pilar kebangsaan yang digelar MPR RI, saya semakin menyadari betapa pentingnya terus mengenalkan Pancasila dan pokok pikirannya kepada masyarakat," ujar Zulhasan dalam unggahan di media sosialnya, Sabtu.

Namun, kadang ketika berjumpa masyarakat, misalnya ibu-ibu rumah tangga atau kelompok pengajian, pokok-pokok pikiran itu harus disampaikan dengan cara yang membumi. Dengan cara yang bisa mereka pahami dan dekat dengan keseharian masing-masing.

Ketika berbincang dengan emak-emak, Zulhasan tanyakan kepada ratusan kaum ibu di Lampung Selatan, “Ibu-ibu mau nggak kalau nanti punya anak bisa menjadi seperti Zulkifli Hasan?” tanya Zul. Sontak ibu-ibu itu berteriak, “Mauuu...” Kata mereka berbarengan.

Kemudian, Zulhasan melanjutkan ceritanya yang penuh dengan kegetiran hidup. Zul mengaku bukan berasal dari orang kaya raya. “Saya ini orang Lampung asli, orang gunung, miskin, waktu kecil susah. Sampai-sampai kalau mau makan telur, telur itu dibagi delapan dengan saudara-saudara saya. Dipotong dengan benang. Tapi Alhamdulillah bisa menjadi menteri, ketua dan wakil ketua MPR," ujar Zulhasan, mengisahkan hidupnya.

"Anak-anak ibu juga Insya Allah bisa. Beri pendidikan yang baik, tanamkan kepercayaan diri.” Ibu-ibu itu menyimak cerita.

“Kenapa? Karena Indonesia memberi kesempatan yang sama kepada semua orang untuk bisa hebat, berbuat yang terbaik untuk negeri, siapapun dan dari manapun orang itu. Saya yang orang Lampung, bisa menjadi pemimpin. Orang Jawa berhak menjadi pemimpin juga. Begitupun orang Bali, dll."

Intinya, Zulhasan berpesan agar rumah kebangsaan ini harus dirawat dan jaga bersama. Harus dipastikan semua mendapatkan perlakuan yang adil, punya kesempatan untuk bisa memberikan yang terbaik untuk negerinya. [ham]


Tinggalkan Komentar