Bintang Lima HURS Bertahan, UNAIR Terus Berbenah Wujudkan Kampus Sehat

by Arianto Deni |
Bintang Lima HURS Bertahan, UNAIR Terus Berbenah Wujudkan Kampus Sehat
Universitas Airlangga (UNAIR) kembali mempertahankan capaian bintang lima dalam Healthy University Rating System (HURS), sistem penilaian kampus sehat yang diinisiasi ASEAN University Network-Health Promotion Network (AUN-HPN).

Universitas Airlangga (UNAIR) kembali mempertahankan capaian bintang lima dalam Healthy University Rating System (HURS), sistem penilaian kampus sehat yang diinisiasi ASEAN University Network-Health Promotion Network (AUN-HPN).

Capaian tersebut menjadi gambaran atas konsistensi UNAIR dalam membangun lingkungan perguruan tinggi yang mendukung kesehatan dan kesejahteraan warga kampus. Upaya tersebut dilakukan melalui berbagai kebijakan, penyediaan fasilitas, edukasi, serta program promosi kesehatan.

Ketua Lembaga Pengabdian Masyarakat Berkelanjutan (LPMB) UNAIR, Prof. Drs. Hery Purnobasuki, M.Si., Ph.D., mengatakan HURS tidak semata-mata menjadi instrumen untuk memperoleh pengakuan bagi perguruan tinggi. Menurutnya, proses penilaian justru dapat dimanfaatkan sebagai bahan evaluasi untuk melihat sejauh mana program kesehatan kampus telah berjalan.

“Capaian bintang lima bukan serta-merta sebuah penghargaan, melainkan kesempatan untuk mengenali kekurangan dan menentukan perbaikan,” ujarnya.

Evaluasi Kebijakan dan Fasilitas

Penilaian dalam HURS mencakup sejumlah komponen yang berkaitan dengan upaya menciptakan lingkungan kampus yang sehat. Aspek yang dinilai antara lain sistem dan infrastruktur pendukung kesehatan, kebijakan perguruan tinggi, edukasi melalui kurikulum, serta pelaksanaan berbagai program promosi kesehatan.

Indikator tersebut memberikan ruang bagi perguruan tinggi untuk menilai kembali efektivitas kebijakan dan fasilitas yang telah tersedia. Evaluasi tidak hanya menyangkut kelengkapan sarana, tetapi juga bagaimana kebijakan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan kampus.

Prof. Hery mencontohkan penerapan kawasan tanpa rokok yang membutuhkan konsistensi pengawasan sekaligus kepatuhan seluruh warga kampus. Hal serupa berlaku pada pengelolaan kantin yang harus memperhatikan kebersihan dan keamanan pangan.

Pengelolaan sampah juga menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan kampus yang sehat. Selain itu, aspek aksesibilitas fasilitas bagi penyandang disabilitas serta perhatian terhadap kesehatan fisik dan mental warga kampus turut menjadi hal yang perlu diperhatikan.

“Ketika mengikuti penilaian seperti ini, kita bisa meninjau kembali apa yang sudah kita lakukan dan bagian mana yang masih perlu kita benahi. Indikator penilaian membantu kita mengenali kekurangan yang mungkin selama ini luput dari perhatian,” jelasnya.

Menurut Prof. Hery, penerapan program kampus sehat tidak dapat dibebankan kepada satu unit saja. Unit promosi kesehatan memiliki peran dalam menggerakkan program dan melakukan evaluasi, tetapi implementasi kebijakan membutuhkan dukungan berbagai pihak.

Fakultas, pengelola fasilitas, hingga seluruh sivitas akademika memiliki peran dalam memastikan kebijakan kesehatan dapat diterapkan secara konsisten. Dengan keterlibatan tersebut, budaya hidup sehat di lingkungan kampus diharapkan tidak berhenti sebagai program, tetapi menjadi bagian dari keseharian warga UNAIR.

Menjaga Capaian melalui Perbaikan Nyata

Hasil penilaian HURS dapat menjadi pijakan bagi UNAIR dalam menentukan prioritas perbaikan. Apabila evaluasi menemukan aspek yang masih perlu diperkuat, LPMB dapat berkoordinasi dengan unit terkait untuk menentukan langkah tindak lanjut.

Prof. Hery menegaskan, predikat bintang lima tidak boleh menjadi tujuan akhir. Menurutnya, keberhasilan membangun kampus sehat harus diukur dari perubahan yang benar-benar dirasakan oleh warga kampus.

Kelengkapan dokumen dan capaian dalam sistem penilaian hanya menjadi bagian dari proses. Yang lebih penting adalah memastikan kebijakan dan program kesehatan mampu menciptakan lingkungan yang nyaman sekaligus mendorong warga kampus menerapkan pola hidup sehat.

“Harapannya, setiap upaya membawa dampak nyata dan membuat kondisi kampus semakin baik dari tahun ke tahun. Penghargaan menjadi bonus, sedangkan tujuan utamanya tetap kesejahteraan warga kampus,” pungkasnya.

Komentar

Berita Terkait