Siti Qomariyah Dorong Penguatan Pengairan untuk Dukung Potensi Pertanian Sukakerta

by Hamdani |
Siti Qomariyah Dorong Penguatan Pengairan untuk Dukung Potensi Pertanian Sukakerta
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Siti Qomariyah

Potensi lahan pertanian produktif di Desa Sukakerta, Kecamatan Sukawangi, Kabupaten Bekasi, menjadi salah satu modal penting dalam menjaga ketahanan pangan di wilayah utara Bekasi. Untuk mendukung potensi tersebut, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Siti Qomariyah mendorong penguatan sarana pengairan agar kebutuhan air bagi pertanian dan masyarakat dapat terpenuhi secara berkelanjutan.

Hal itu menjadi perhatian Siti Qomariyah saat melaksanakan kegiatan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan di Jalan Gombang, RT 001/RW 006, Desa Sukakerta, Kecamatan Sukawangi, Kabupaten Bekasi, Jumat (16/10).

Dalam kegiatan tersebut, Siqom berdialog dengan petani, tokoh masyarakat, pengurus RT/RW, dan warga mengenai pengelolaan air serta kebutuhan infrastruktur pengairan di lingkungan mereka.

Potensi pertanian Sukakerta didukung oleh hamparan lahan produktif yang berperan dalam menopang kegiatan pertanian di wilayah setempat. Di sisi lain, semangat gotong royong masyarakat dalam merawat saluran air serta koordinasi antara warga, pemerintah desa, dan kelompok pengelola air menjadi modal penting untuk menjaga keberlangsungan pengairan.

Menurut Siqom, potensi daerah dan partisipasi masyarakat perlu berjalan beriringan dengan penguatan infrastruktur. Ketersediaan air bersih bagi warga serta kelancaran distribusi air ke lahan pertanian menjadi dua hal yang perlu mendapat perhatian dalam perencanaan pembangunan.

Karena itu, sejumlah usulan menjadi bahan perhatian dalam kegiatan pengawasan tersebut, mulai dari normalisasi dan perbaikan saluran irigasi, perluasan jaringan air bersih berbasis komunitas, hingga penyediaan sumur bor dan pompanisasi untuk mengantisipasi risiko kekeringan saat musim kemarau.

Selain itu, kajian pembangunan pintu air dan tanggul pengendali juga menjadi salah satu rekomendasi untuk membantu menjaga kestabilan debit air serta mengantisipasi potensi luapan saat musim penghujan.

Berbagai usulan tersebut diharapkan dapat menjadi bahan pengawalan sesuai kebutuhan masyarakat dan kewenangan pemerintah, sehingga pengembangan infrastruktur pengairan dapat mendukung produktivitas pertanian sekaligus meningkatkan akses warga terhadap air bersih.

Melalui kegiatan pengawasan ini, Siqom menempatkan dialog dengan masyarakat sebagai bagian penting dalam mengidentifikasi potensi daerah dan kebutuhan pembangunan. Kolaborasi antara warga, pemerintah desa, dan pemerintah daerah diharapkan terus diperkuat agar potensi pertanian Sukakerta dapat berkembang serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. (VC)

Komentar

Berita Terkait