telusur.co.id -Emaskot (Element Masyarakat Kota Patriot) menyampaikan keprihatinan mendalam, atas banyaknya informasi dari media sosial mengenai dugaan keterlibatan oknum anggota komisi IX DPR RI berinisial RFA yang berasal dari dapil Jawa barat VI yang meliputi Kota Bekasi dan Depok, yang diduga dikaitkan namanya melakukan Tindakan pengeroyokan yang melibatkan 20 orang lebih terhadap Faisal diruang penyidik Polda Metro Jaya.
Sandy Timur (Ncex) Koordinator Emaskot, Sebagai Masyarakat Kota Bekasi kami menyatakan rasa malu dan keprihatinan yang mendalam, atas perilaku oknum wakil rakyat yang berasal dari dapil kami Kota Bekasi yang diduga bertindak layaknya preman dalam insiden pengeroyokan di kantor penyidik Kepolisian daerah Metro Jaya.
Sebagai representasi rakyat, anggota Dewan seharusnya menjunjung tinggi hukum, etika, dan nilai-nilai demokrasi—bukan justru mempertontonkan perilaku yang bertentangan dengan prinsip-prinsip tersebut.
Sandy Timur (Ncex) Koordinator Emaskot menyampaikan Agar tidak menjadi Simpang Siur semestinya
MKD DPR RI Memanggil Anggota DPR RI Dapil jabar VI Inisial RFA untuk di mintai keterangannya terkait posisinya ada di lokasi pengeroyokan kepada warga asal Aceh .
Emaskot (Element Masyarakat Kota Patriot) mendesak Majelis Kehormatan DPR (MKD) untuk segera:
Melakukan penyelidikan menyeluruh dan transparan terhadap dugaan keterlibatan anggota DPR komisi IX dalam insiden tersebut.
Menjunjung tinggi prinsip akuntabilitas dan integritas dalam setiap proses pemeriksaan.
Memberikan sanksi tegas apabila terbukti terjadi pelanggaran kode etik maupun hukum yang berlaku.
Kami juga meminta aparat penegak hukum untuk bertindak profesional, independen, dan tanpa pandang bulu dalam menangani kasus ini, guna memastikan bahwa supremasi hukum tetap terjaga. Terlebih lagi insiden tersebut dilakukan didalam ruang penyidik Kepolisian,
Kami juga mengajak seluruh elemen Masyarakat khususnya Kota Bekasi untuk terus mengawal proses ini untuk memastikan bahwa tidak ada pihak yang kebal hukum.
Sebelumnya di beritakan Gubernur Aceh, Muzakir Manaf alias Mualem mengecam keras aksi pengeroyokan terhadap Faisal, seorang warga Kota Langsa, Aceh yang terjadi di lingkungan Polda Metro Jaya pada Kamis (26/3) pekan lalu usai dituduh melakukan pelecehan seksual yang kini dijadikan tersangka
Mualem menyoroti kasus penganiayaan yang menimpa warganya yang tinggal di Jakarta, dirinya mengatakan hukum yang benar itu harus berani di tegakan supaya diterima oleh masyarakat
Mualem juga meminta kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit, supaya kasus ini benar-benar di usut tuntas, baik itu kelompok yang membuat kerusuhan, serta otak pelaku atau "mesin penggerak massa" tersebut.
Sebelumnya, kericuhan terjadi setelah sejumlah orang datang, termasuk yang diduga kelompok preman, lalu terjadi pengeroyokan di ruang penyidik Polda Metro Jaya.
Akibat kejadian pengeroyokan tersebut, F mengalami luka memar di leher akibat dicekik serta luka di bagian pundak dan tubuh lainnya akibat kekerasan oleh kelompok yang diduga sebagai orang suruhan
Polda Metro Jaya langsung melakukan tindakan cepat. Tim Jatanras bergerak dan mengamankan para pelaku.
Sebanyak empat orang telah diamankan, di antaranya HT yang diduga memukul, menanduk, dan menampar korban, serta AT yang diduga mendorong korban. Pelaku lainnya juga diduga turut melakukan kekerasan,”(fie)



