telusur.co.id - Ketua Bidang Komunikasi Partai Gelora Indonesia yang juga penggerak RGP, Ari Saptono mengakui, ada pergeseran peran partai politik yang bisa dilihat dari mulai maraknya calon independen dalam Pilkada Serentak 2020 lalu.
“Lebih dari 50 persen calon independen dalam Pilkada menang. Masyarakat sudah apatis dan jenuh dengan partai politik, lalu memilih calon alternatif yang relatif masih murni,” kata Ari Saptono.
Ari Saptono berharap kondisi pembelahan di masyarakat harus segera diakhiri dan tidak bisa dibiarkan terus, karena kesadaran politik masyarakat saat ini semakin meningkat.
“Kita perlu membuat forum-forum semacam ini, kita sampaikan meskipun pelik. Tetapi harus bisa dipahami masyarakat, tidak boleh pecah belah seperti ini lagi,” pungkasnya.
Dyah Kartika Rini, penggerak JASMEV mengatakan, kondisi pembelahan politik saat ini menjadi warning bagi partai politik.
Sebab, kelompok-kelompok di masyarakat saat ini telah menciptakan kekuatan politik tersendiri sebagai elemen oposisi non partai.
Mereka bisa memaksakan ide-idenya untuk didengar para pengambil keputusan di negeri ini.
“Ini harus menjadi pemikiran bersama tentang persoalan ini. Ini menjadi warning, ya lampu kuning bagi partai politik,” kata Dyah Kartika Rini. [ham]



