telusur.co.id - Salah satu ASN Milenial Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Amos Sury’el Tauruy mengajak generasi muda untuk menangkal radikalisme dan terorisme dengan memanfaatkan media sosial (medsos). Salah satunya dengan cara menebar konten-konten bernafas nilai-nilai Pancasila, keberagaman, semangat persatuan nasionalisme dan nilai-nilai positif lainnya.
“Generasi muda yang rentang umurnya 16 sampai 17 tahun memiliki kebiasaan menggunakan gawai atau gadget untuk bermain media sosial. Ini bisa menjadi senjata untuk menangkal paham radikal atau radikalisme yang bertebaran di media sosial, yang kemudian diterjemahkan kepada tindakan intoleran dan di tingkatan ekstrem menjadi aksi-aksi teror,” ujar Amos dalam Diskusi Kebangsaan Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Betawi (PB Serambi), Selasa (22/6/21).
Dalam diskusi dengan tema “Peran Generasi Muda dalam Menangkal Radikalisme dan Terorisme” itu, Amos juga menyampaikan bahwa diperlukan penguatan literasi konvensional maupu digital di kalangan generasi muda atau milenial. Sehingga mampu kritis memilah dan memilih konten mana yang perlu disebarluaskan, diabaikan bahkan dilaporkan ketika mereka saling berinteraksi di medsos.
“Gerakan ataupun organisasi kemahasiswaan baik ekstra juga intra kampus memiliki peran besar dalam memicu, memotivasi generasi muda yang merupakan kader ataupun calon kader dalam minat literasi. Ini akan meingkatkan dan memperkuat literasi generasi muda, yang memang kritis dalam menyikapi isu,” jelasnya.
Bekal kritis dan kuatnya literasi, menurut Amos, mampu menjadi salah satu upaya generasi muda dalam menangkal radikalisme dan terorisme. “Penyebaran paham itu akan berhenti, kalau generasi muda tidak sekadar share tapi bisa mengkritisi jika ada konten yang mengadung paham ekstream radikalisme dan terorisme,” imbuhnya.
Putra asal tanah Papua ini juga mengajak generasi muda untuk terlibat dalam upaya menangkal paham radikal dan terorisme. Menangkal radikalisme dan terorisme bukan hanya menjadi tanggung jawab BNPT, BPIP dan institusi negara saja, tetapi menjadi tanggung jawab kita bersama termasuk generasi muda.
“Kita bersama gotong-royong menangkal paham-paham transnasional itu, dan bersama kita mengutamakan Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” pungkasnya. (Fhr)



