telusur.co.id - Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Sayyid Ali Khamenei, menegaskan kesiapan penuh Iran di bidang militer dan diplomatik dalam menghadapi setiap bentuk agresi asing. Hal itu disampaikannya saat bertemu jajaran tinggi Cabang Kehakiman Iran di Imam Khomeini Hussainiyah, Teheran, Rabu (16/7/2025).
Dalam pidato penuh semangat, Ayatollah Khamenei menyampaikan bahwa perlawanan rakyat Iran selama 12 hari perang terakhir menunjukkan tekad dan persatuan luar biasa dalam menghadapi tekanan global.
“Bangsa Iran tidak akan pernah memasuki medan apa pun sebagai pihak yang lemah. Kami memiliki semua perangkat yang dibutuhkan – baik rasionalitas maupun kekuatan militer,” tegasnya.
Khamenei kembali melontarkan kritik tajam terhadap Amerika Serikat dan Israel, menyebut AS sebagai “penjahat” dan Israel sebagai “anjing gila” yang terus memantik ketegangan kawasan.
“Kami tidak mencari perang, tetapi jika musuh menyerang, kami akan memberikan balasan yang tegas dan menghancurkan,” ujarnya.
Pemimpin tertinggi Iran juga menyebut bahwa serangan balasan Iran terhadap pusat strategis AS di kawasan baru-baru ini merupakan pukulan telak yang belum sepenuhnya terekspos ke publik karena pembatasan media.
“Jika publik melihat kenyataan di balik serangan kami, akan terlihat bahwa pukulan itu jauh lebih besar daripada yang dibayangkan,” katanya.
Khamenei menekankan pentingnya menjaga persatuan nasional lintas ideologi dan keyakinan. Ia menyebut dukungan rakyat terhadap sistem Islam sebagai fondasi kekuatan negara yang tak bisa digoyahkan, bahkan oleh skenario-skenario asing yang bertujuan melemahkan stabilitas dalam negeri.
“Musuh menyangka bisa mengguncang sistem dengan menyerang titik-titik penting. Tapi yang terjadi justru sebaliknya – rakyat turun tangan mendukung sistem, bukan menjatuhkannya.”
Menutup pernyataannya, Ayatollah Khamenei mendorong pengadilan Iran dan komunitas internasional untuk mengambil langkah serius dalam menuntut kejahatan perang yang dilakukan Israel selama konflik terakhir di Gaza.
“Pengadilan harus bekerja cermat dan tegas. Kejahatan ini tak boleh dibiarkan tanpa pertanggungjawaban hukum, baik di pengadilan domestik maupun internasional.”.
Dengan mengutip ayat Al-Qur’an, Pemimpin Besar Revolusi Islam menyampaikan optimisme tinggi terhadap masa depan Iran. “Sesungguhnya Allah akan menolong orang-orang yang menolong-Nya. Allah telah menjamin dukungan-Nya bagi bangsa Iran di bawah panji Al-Qur’an dan Islam.”.[]
Sumber: TNA