telusur.co.id -PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) terus memperkuat komitmennya dalam menerapkan budaya kerja bersih dan bebas dari praktik suap. Salah satu langkah yang dilakukan adalah melalui sosialisasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) kepada para pengemudi truk eksternal yang beroperasi di lingkungan terminal.
Kegiatan ini digelar pada Kamis (2/4/2026) di area parkir ekspor TPS dan diikuti oleh sejumlah pengemudi truk. Sosialisasi tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan memastikan seluruh lini layanan, termasuk receiving delivery, berjalan sesuai prinsip transparansi dan akuntabilitas.
Dalam kegiatan itu, TPS menyampaikan berbagai potensi kendala operasional yang mungkin terjadi di lapangan, sekaligus mengenalkan kanal komunikasi resmi yang dapat dimanfaatkan pengemudi untuk mendapatkan informasi maupun solusi secara cepat dan terbuka.
TPS menegaskan bahwa kelancaran arus barang di terminal didukung oleh sistem layanan yang andal, bukan oleh praktik menyimpang seperti pungutan liar atau gratifikasi. Perusahaan juga mengingatkan bahwa setiap indikasi pelanggaran dapat dilaporkan melalui kanal pengaduan resmi yang disediakan, dengan jaminan kerahasiaan dan tindak lanjut yang bertanggung jawab.
Sekretaris Perusahaan TPS, Erika A. Palupi, menegaskan pentingnya memberikan rasa aman bagi para pengemudi truk saat beraktivitas di terminal.
“Kami ingin pengemudi truk tahu bahwa jika ada kendala di lapangan, ada jalur komunikasi resmi yang bisa digunakan. Kelancaran layanan di TPS bukan karena pungutan atau imbalan, tetapi karena sistem yang kami jalankan secara konsisten sesuai Komitmen Pelindo Bersih dan SMAP,” ujarnya.
Selain sosialisasi, TPS juga membagikan perlengkapan keselamatan berupa helm dan rompi kepada para pengemudi. Langkah ini merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam mendorong budaya kerja yang aman, tertib, dan disiplin di kawasan pelabuhan.
Melalui kegiatan tersebut, TPS berharap nilai-nilai integritas, transparansi, dan akuntabilitas semakin tertanam di seluruh lini operasional. Penguatan sinergi antara perusahaan dan mitra kerja juga dinilai penting untuk menciptakan layanan logistik yang berkelanjutan, berdaya saing, serta berlandaskan tata kelola yang baik.



