telusur.co.id - Dalam rangkaian kegiatan Dies Natalis ke-54 Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga (FKH UNAIR), komitmen memperkuat peran edukasi kepada masyarakat di sekitar kota Surabaya.
Oleh karena itu, digelarlah kegiatan edukasi penyakit Zoonosis yang berjudul “Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Penularan Penyakit Hewan Peliharaan kepada Manusia” oleh FKH Unair di Aula Lt. 2 Kantor Kecamatan Mulyorejo, Kota Surabaya. Senin, (12/1/2026) siang.
Dalam pantauan awak media, pemaparan materi kedua dalam acara hari ini disampaikan oleh dosen dan pakar kesehatan hewan FKH Unair, Prof. Dr. Wiwik Misaco Yuniarti, drh., M.Kes. dengan tema; “Penyakit pada Anjing dan Kucing yang Berpotensi Menular ke Manusia”.
“Semua penyakit pada hewan memang tidak menular ke manusia, tetapi ada beberapa yang berpotensi, terutama dari virus, bakteri, dan parasit. Yang paling dikenal dari virus adalah rabies. Dari bakteri ada leptospirosis, infeksi pencernaan, tetanus, dan lain-lain. Sedangkan dari parasit, berbagai jenis cacing bisa menular ke manusia, bahkan larvanya bisa menyerang mata, paru-paru, hingga organ lain,” lugas Prof. Wiwik.
Di hadapan ibu-ibu TP PKK se-Kecamatan Mulyorejo, Prof Wiwik menjelaskan, kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan ibu hamil memiliki risiko lebih tinggi tertular penyakit zoonosis karena sistem imun yang belum optimal atau mulai menurun.
Menurut Guru Besar Unair ke-488 ini, salah satu penyakit yang menjadi perhatian serius adalah toksoplasmosis, yang dapat berdampak fatal bagi ibu hamil.
“Toksoplasmosis sangat berbahaya bagi ibu hamil karena bisa menyebabkan keguguran, bayi lahir cacat, hidrosefalus, bahkan gangguan permanen lainnya. Jika terlambat ditangani, risikonya sangat besar,” tutur Gubes yang dikukuhkan tahun 2019 ini.
Prof. Wiwik juga menyoroti pengaruh musim hujan terhadap meningkatnya risiko penyakit, khususnya leptospirosis yang berasal dari urine tikus, dan dapat menular melalui air tergenang yang tercemar.
“Kalau ada luka terbuka dan terkena air yang tercemar, bakteri bisa masuk melalui kulit. Hal-hal seperti ini yang perlu dipahamkan kepada masyarakat agar tidak menunggu sakit dulu baru sadar,” tandas guru besar bidang ilmu penyakit dalam veteriner ini.
Masih dengan Prof Wiwik, ia menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, mencuci tangan dengan sabun, menggunakan alat pelindung seperti sarung tangan saat diperlukan, serta vaksinasi hewan dan manusia.
“Vaksin memang tidak 100% melindungi, tapi jauh lebih baik dibandingkan tidak divaksin sama sekali. Ini bagian dari upaya pencegahan,” beber penulis buku “Pemeriksaan dan Penentuan Lokasi Lesi Sistem Saraf pada Anjing dan Kucing” ini.
Terakhir, Prof Wiwik juga mengingatkan bahwa, konsep “One Health”; sinergi antara kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan, harus diterapkan secara bersama-sama.
Pada kesempatan yang sama, Ketua TP PKK Kecamatan Mulyorejo, Sudarsih, A.Md.Kep. menyambut baik kegiatan edukasi tersebut. Sudarsih menilai, sangat relevan dengan program PKK, khususnya pada pojok kesehatan dan kesehatan lingkungan.
“Kegiatan ini sangat mendukung kami. Kesehatan lingkungan, kesehatan hewan, dan kesehatan ibu hamil itu saling berkaitan. Kami tahu toksoplasmosis banyak menyerang ibu hamil, bahkan ada kasus anak lahir cacat,” urai Bu Camat Mulyorejo ini.
Istri Camat Mulyorejo Arif Rusman, S.T., M.M. ini memeneberkan bahwa, kegiatan edukasi tentang penyakit hewan seperti ini baru pertama kali digelar di wilayah Mulyorejo selama dirinya menjabat.
“Selama saya dua tahun di sini, baru kali ini ada edukasi khusus tentang penyakit hewan dan dampaknya ke manusia. Mudah-mudahan bisa berkelanjutan,” harapnya.
Ditambahkan Sudarsih, materi yang diperoleh dari kegiatan ini akan diteruskan secara berjenjang, mulai dari tingkat kelurahan, kader PKK, hingga RW, agar pemahaman masyarakat semakin luas.
“Nanti materi akan kami share ke ketua PKK kelurahan, diteruskan ke RW, supaya bisa mencegah kejadian ibu hamil melahirkan anak cacat akibat penyakit dari hewan,” tambahnya.
Sudarsih juga menyampaikan, harapan dan manfaat atas acara KIE ini, agar kerja sama antara PKK Kecamatan Mulyorejo dan FKH Unair dapat terus berlanjut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada FKH Unair. Kegiatan ini luar biasa dan sangat bermanfaat. Semoga Unair semakin maju dan terus mengedukasi masyarakat Surabaya, khususnya di Mulyorejo,” tutup Bunda PAUD Kecamatan Mulyorejo ini. (ari)



