Banjir di Kalsel Rendam 10 Kota, Hampir 40 Ribu Masyarakat Terpaksa Mengungsi - Telusur

Banjir di Kalsel Rendam 10 Kota, Hampir 40 Ribu Masyarakat Terpaksa Mengungsi

Banjir Kalsel. (Foto: Antara)>

telusur.co.id - Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Raditya Jati mengatakan, ada sebanyak 10 Kabupaten dan Kota yang  terdampak banjir di Provinsi Kalimantan Selatan. Antara lain, Kabupaten Tapin, Kabupaten Banjar, Kota Banjar Baru, Kota Tanah Laut, dam Kota Banjarmasin.

"Selain itu banjir juga menggenangi Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kabupaten Balangan, Kabupaten Tabalong, Kabupataen Hulu Sungai Selatan, dan Kabupaten Batola," ujar Raditya dalam keterangan tertulisnya, Senin (18/1/21).

Raditya menjelaskan, tercatat sebanyak 24.379 rumah terendam banjir di seluruh wilayah Kalimantan Selatan. Akibatnya, sebanyak 39.549 warga harus mengungsi.

Untuk di Kabupaten Tapin sebanyak 582 rumah terdampak dan 382 jiwa mengungsi, Kabupaten Banjar 6.670 rumah terdampak dan 11.269 jiwa mengungsi. Kemudian di Kota Banjar Baru 2.156 terdampak dan 3.690 jiwa mengungsi, serta Kota Tanah Laut 8.506 rumah terdampak dengan 13.062 jiwa mengungsi.

"Selanjutnya Kabupaten Balangan sebanyak 1.154 rumah terdampak dengan 17.501 jiwa mengungsi, Kabupaten Tabalong 407 rumah dengan 770 jiwa terdampak dan mengungsi, Kabupaten Hulu Sungai Tengah 11.200 jiwa mengungsi dan 64.400 jiwa terdampak. Lalu di Kabupaten Hulu Sungai Selatan 387 rumah terdampak dan 6.690 jiwa mengungsi, Kota Banjarmasin dengan 716 jiwa terdampak, Kabupaten Batola 517 rumah dan 28.400 jiwa terdampak," paparnya.

Akibat banjir tersebut, lanjut Raditya, ada sebanyak 15 korban meninggal dunia. Sebanyak tujuh korban beraaal dari Kabupaten Tanah Laut, tiga dari Kabupaten Hulu Sungai Tengah, satu orang dari Kota Banjar Baru, satu dari Kabupaten Tapin, dan tiga korban berasal dari Kabupaten Banjar.

Menurut Raditya, Pemprov Kalimantan Selatan telah menetapkan status tanggap darurat bencana banjir pada tanggal 14 Januari 2021. Sampai saat ini BPBD juga melakukan pendataan titik pengungsian bagi masyarakat terdampak.

"Tim gabungan terus bergotong royong dalam melakukan penanganan bencana yang terjadi. BNPB dalam hal telah menyalurkan bantuan terhadap 10 Kabupaten yang terdampak bencana banjir mulai dari material maupun non material seperti sandang, pangan, terpal, matras, selimut dan peralatan dasar kebencanaan," katanya.

Lebih jauh Raditya menjelaskan, berdasarkan pemantauan BMKG, Provinsi Kalimantan Selatan masih berpotensi mengalami hujan ringan hingga sedang. Oleh karenanya, BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan siaga, ditengah musim hujan yang akan terjadi hingga Februari 2021.

"Masyarakat juga dapat memantau informasi prakiraaan cuaca melalui Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG)," tandasnya. [Fhr]


Tinggalkan Komentar