telusur.co.id - Kementerian Koperasi dan UKM memastikan terus berupaya agar Banpres Produktif Usaha Mikro tepat sasaran, pencairan dan pemanfaatannya. Salah satu daerah yang sudah melakukan pencairan Banpres secara agresif ialah Samarinda, Kalimantan Timur.
Deputi Bidang Pengawasan Kementerian Koperasi dan UKM Ahmad Zabadi mengatakan, Banpres Produktif merupakan salah satu program PEN yang memiliki respons positif dari masyarakat.
"Kita arahkan tujuan Banpres Produktif ini agar tepat sasaran dan cepat realisasinya bagi pelaku usaha mikro, khusunya yang terdampak pandemi covid-19," ungkapnya saat melakukan Monev Bantuan Bagi Pelaku Usaha Mikro di Samarinda, Kalimantan Timur, Selasa (17/11/20).
Data dari Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM Kalimantan Timur, realisasi Banpres PUM di Kaltim per 10 Oktober 2020 sudah menyasar kepada 89.248 pelaku usaha mikro dengan nilai Rp214 miliar.
Zabadi menambahkan bahwa Kaltim merupakan daerah yang sangat potensial. Pasalnya, Kaltim dikatakan memiliki sumber daya manusia yang besar dan Banpres Produktif dapat mengakselerasi bangkitnya para pelaku usaha mikro.
Dia pun menilai bahwa program Banpres Produktif harus bersinergi dengan pemerintah daerah. Hal ini dilakukan agar pengembangan usaha mikro di daerah dapat berkembang lebih pesat.
"Karena Banpres Produktif Usaha Mikro ini bukan sekedar charity, lebih kepada memberikan kesempatan kembali atau membangkitkan kemampuan pada pelaku usaha mikro untuk dapat mendorong stimulasi dan memulai kembali usaha yang terhenti akibat pandemi karena ketiadaan modal," kata Zabadi.
Dia berharap, dengan ketepatan sasaran dan kecepatan realisasi, program Banpres Produktif dapat terus berlanjut sampai 2021. Pasalnya, masih banyak para pelaku usaha mikro yang membutuhkan Banpres Produktif, karena terdampak akibat covid-19.
"Kalau kita mampu kelola ini dengan baik, tepat sasaran dan cepat penyalurannya, saya optimis program ini bisa dilanjutkan. Kita memang canangkan 2021 ini dilanjutkan," tuturnya.
Di tempat yang sama, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM Kalimantan Timur, M. Yadi Robyan Noor mengatakan, pihaknya sudah mengusulkan untuk menambah 36.864 pelaku usaha mikro untuk mendapatkan Banpres Produktif.
Dia pun berharap agar program Banpres Produktif dapat berjalan dengan baik dan mampu mengembalikan perekonomian masyarakat khususnya pelaku usaha mikro yang terdampak akibat pandemi covid-19.
"Mudah-mudahan ini tepat sasaran dan ikut menggerakan roda perekonomian kita. Semoga program ini dapat berjalan dengan baik," ujar Yadi.
Sementara itu, Asisten Deputi Bidang Simpan Pinjam Kemenkop dan UKM Masrifah menambahkan, realisasi Banpres Produktif per 20 Oktober 2020 sudah mencapai Rp22,3 triliun atau mencapai 76,77%.
Dia pun berharap percepatan realisasi terus dilakukan dengan tidak melupakan ketepatan sasaran.
"Inti dari program Banpres Produktif Usaha Mikro ini kita ingin tepat sasaran, pencairan dan pemanfaatan. Semoga hal itu dapat direalisasikan," tutur Masrifah.[Fhr]



