telusur.co.id - Di pertengahan bulan suci Ramadan yang penuh berkah ini, tepat pada tanggal 6 Maret 2026 bertempat di halaman Kantor Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur di Frontage Road Jl. Ahmad Yani No. 268, Kel. Menanggal, Kec. Gayungan, Surabaya, Jawa Timur 60234, Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur menggelar acara serah terima kendaraan hasil program normalisasi dimensi transportasi bantuan dari Gubernur Jawa Timur. Dimana program tersebut bertujuan untuk melaksanakan tahun 2027 bebas ODOL.
Pukul 17.10 WIB., Gubernur Jawa Timur, Dr. (H.C.UA) Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si. hadir, lalu melakukan pembagian santunan kepada 25 anak yatim. Kemudian, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan dengan laporan terkait program oleh Kepala Dishub Jatim, Dr. Ir. Nyono, S.T., M.T., IPU.
"Maksud dari program ini adalah membantu pemilik kendaraan yang bersifat perorangan dan mendukung program over dimensi untuk dilakukan normalisasi, dan menjamin kendaraan yang beroperasi sudah sesuai dengan spesifikasi teknis yang berlaku. Ini adalah solusi yang dicapai setelah beberapa waktu lalu teman-teman sopir dari Gerakan Sopir Jawa Timur (GSJT) demo di Jl. Pahlawan, dan ini adalah salah satu upaya bantuan Ibu Gubernur kepada panjenengan semua untuk menormalisasi armada. Karena teman-teman GSJT merasa kurang mampu untuk melakukan normalisasi armada dengan biaya sendiri,” ungkap Nyono saat menyampaikan laporan ke Gubernur Jatim.
"Hasil kegiatan normalisasi kendaraan yang telah diajukan ke BPBD Jawa Timur sebanyak 238 unit, dan sudah dilakukan bantuan normalisasi bertahap untuk saat ini sudah selesai 6 unit untuk tahun 2025. Sedangkan tahun 2026, kami telah mengalokasikan kembali untuk GSJT guna melakukan normalisasi. Serah terima kendaraan dilakukan hari ini bahwa, kendaraan tersebut telah melalui proses pemeriksaan dan dinyatakan telah memenuhi standart dimensi yang telah dilakukan. Kami menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Gubernur Jatim yang telah memberikan bantuan biaya normalisasi kepada teman-teman GSJT dan sekaligus mendukung program pemerintah pusat terkait zero ODOL di tahun 2027,” jelasnya mengakhiri laporan.
Setelah laporan kepada Gubernur Jawa Timur selesai, dilanjutkan dengan sambutan oleh Gubernur Jawa Timur. Dalan pidatonya, Gubernur Khofifah menyampaikan apresiasi kepada GSJT yang dianggap bisa bekerja sama dengan baik dan menjalin komitmen yang baik dengan Pemerintahan Jawa Timur.
Ditemui terpisah, saat berbuka puasa selepas acara serah terima, Koordinator GSJT, Supriyono menyampaikan, pihaknya dari GSJT sangat mengapresiasi dan berterima kasih sebesar-besarnya kepada pemerintah provinsi Jawa Timur khususnya dengan Gubernur Jatim terkait pembiayaan kendaraan yang odol untuk dilakukan normalisasi semoga ke depan tidak ada lagi kendaraan yang over dimensi overload di wilayah Jatim.
“Kegiatan berdampak ini, juga merupakan menuju zero ODOL di tahun 2027. Semoga apa yang dilakukan pemerintah Jawa Timur di bawah kepemimpinan Ibu Khofifah Indar Parawansa bisa menjadi pilot project bagi provinsi yang lain untuk dalam menangani persoalan kendaraan overload over dimensi,” ungkap Gus Pri, sapaan akrabnya. (@k47/ari)



