Budi Arie Bicara Percepatan Politik, Guntur Romli: Diam Jokowi Menyisakan Tafsir. - Telusur

Budi Arie Bicara Percepatan Politik, Guntur Romli: Diam Jokowi Menyisakan Tafsir.

Guntur Romli saat memberikan statememtnya di Instagram pribadinya/SS IG Guntur Romli

telusur.co.id - Politikus PDI Perjuangan (PDI-P) Guntur Romli menyoroti sikap Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) ketika Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi melontarkan pernyataan mengenai kemungkinan terjadinya “percepatan” politik sebelum 2029.

Melalui video yang diterima, Guntur mempertanyakan mengapa Jokowi tidak memberikan respons ataupun koreksi ketika Budi Arie menyampaikan pernyataan tersebut di sampingnya.

Menurut Guntur, persoalan itu tidak bisa semata-mata dipandang sebagai ucapan pribadi Budi Arie. Sebab, pernyataan tersebut disampaikan dalam forum ketika Jokowi berada di lokasi dan duduk berdekatan dengan mantan Menteri Komunikasi dan Informatika itu.

Guntur menilai diamnya Jokowi justru memunculkan tanda tanya politik.

Ia mempertanyakan apakah pernyataan mengenai “percepatan” sebelum 2029 hanya merupakan pandangan Budi Arie atau terdapat pesan politik lain di balik pernyataan tersebut.

Sorotan Guntur mengacu pada pernyataan Budi Arie yang mengaku memiliki “insting politik” bahwa perkembangan politik dapat berlangsung lebih cepat dari Pemilu 2029.

Dalam potongan video yang turut ditampilkan Guntur, Budi Arie berbicara mengenai kemungkinan adanya percepatan dan meminta pendukungnya bersiap menghadapi situasi tersebut.

Pernyataan itu menjadi polemik karena Pemilu Presiden berikutnya secara konstitusional dijadwalkan berlangsung pada 2029, setelah masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka berakhir.

Pertanyakan Posisi Jokowi

Guntur kemudian mengarahkan kritiknya kepada Jokowi.

Menurut dia, sebagai mantan presiden sekaligus tokoh politik yang memiliki pengaruh besar, Jokowi semestinya memberikan penjelasan apabila pernyataan Budi Arie tersebut tidak mencerminkan pandangan maupun sikap politiknya.

Guntur juga menyinggung hubungan politik Prabowo dan Jokowi. Ia menilai Prabowo selama ini memberikan penghormatan dan ruang politik yang besar kepada Jokowi.

Karena itu, munculnya pembicaraan mengenai kemungkinan perkembangan politik “lebih cepat dari 2029” di hadapan Jokowi dinilainya menjadi ironi tersendiri.

Guntur bahkan mempertanyakan sikap Jokowi yang tetap diam ketika wacana tersebut dilontarkan.

Menurut dia, apabila gagasan itu memang tidak berkaitan dengan Jokowi, mantan wali kota Solo tersebut seharusnya dapat langsung memberikan koreksi.

Bagi Guntur, sikap diam tersebut justru membuka ruang bagi publik untuk mencurigai dan menafsirkan berbagai kemungkinan politik.

Sebelumnya, pernyataan Budi Arie mengenai “percepatan” sebelum 2029 ramai menjadi perbincangan setelah potongan videonya beredar.

Dalam forum tersebut, Budi Arie menyampaikan kepada Jokowi bahwa insting politiknya melihat kemungkinan perkembangan politik berlangsung lebih cepat dari 2029.

Budi Arie juga berbicara mengenai kemungkinan perubahan situasi politik yang tidak berjalan sesuai jadwal normal.

Pernyataan tersebut kemudian memicu interpretasi karena disampaikan ketika pemerintahan Prabowo-Gibran baru berjalan dan secara konstitusional memiliki mandat hingga 2029.

Guntur menilai konteks tersebut yang membuat ucapan Budi Arie tidak bisa dianggap sebagai pernyataan politik biasa.

Ia pun meminta publik mencermati bukan hanya ucapan Budi Arie, tetapi juga sikap Jokowi saat pernyataan tersebut disampaikan.

Meski demikian, pernyataan Budi Arie mengenai “percepatan” sejauh ini belum dapat dimaknai sebagai bukti adanya rencana konkret untuk mempercepat Pemilu ataupun mengakhiri masa pemerintahan Prabowo-Gibran sebelum 2029. Pernyataan tersebut masih berupa pandangan dan spekulasi politik yang dilontarkan Budi Arie.


Tinggalkan Komentar