telusur.co.id - Ekonom senior, Rizal Ramli mengkritik sikap pejabat yang menjadikan virus corona sebagai faktor anjloknya perkembangan ekonomi Indonesia. Menurutnya, nyunsepnya ekonomi karena salah kelola.
“Banyak pejabat yang ngaku virus corona nyaris tidak ada di Indonesia, tapi ketika index (5300) dan rupiah anjlok (Rp14.262) para pejabat semua bilang akibat corona. Padahal tanpa corona pun, ekonomi Indonesia semakin nyungsep karena salah kelola. Benar-benar ilmu pengibulan sudah tingkat Dewa,” tegas Rizal Ramli, Jum’at.
Menurut Rizal Ramli, selama ini pemerintah, analis-analis pasar modal dan ekonom-ekonom konvensional tidak bisa meramalkan apa yang terjadi pada hari-hari ini dan 6-12 bulan yang lalu. “Mereka hanya bisa melakukan extrapolasi trend, tidak bisa memperkirakan akan ada ‘struktural break’. Itu terjadi 1996-1997, terulang kembali 2019-2020,” bebernya.
Lebih lanjut, kata Rizal lagi, media mainstream juga lebih banyak memuat penjelasan pejabat-pejabat yang rajin melakukan ‘self-denial’ dan ekonom-ekonom konvensional. Apalagi hari ini fatamorgana itu diperbesar oleh influenser dan buzzer bayaran.
Akibatnya, beban krisis akan lebih besar untuk bangsa dan rakyat Indonesia, karena rakyat dan bisnis terlena dengan fatamorgana itu. Tidak bersiap-siap melakukan tindakan preventif. “Kok ndak pernah belajar dari sejarah ?”
Padahal, pada pertengahan 2018, Rizal sudah mengingatkan jika ekonomi masuki zone lampu kuning, kalau tidak hati-hati, bisa masuk lampu merah pada akhir 2019-2020. Peringatan itu adalah “early warning sytem”, sumbangan pikiran Rizal agar RI tidak mengalami krisis kedua.
“Biasanya disetiap peringatan itu ada alternatif solusi. Jika diikuti 5 bubbles (gelembung-gelembung) itu: makro, gagal-bayar, daya beli, digital dan pendapatan petani bisa dikecilkan, sehingga krisis bisa dihindari. Tapi karena sikap tertutup dan jumawa, mungkin krisis itu sulit dihindarkan,” tuntasnya.
Diketahui, saat ini dolar amerika sudah tembus 14 ribu lebih. Tak itu saja, beberapa saham juga mengalami penurunan yang cukup tajam hingga penutupan. [ham]



