Cepat Tangkap Muhammad Kace, Kinerja Polisi Layak Dipuji - Telusur

Cepat Tangkap Muhammad Kace, Kinerja Polisi Layak Dipuji

Muhammad Kece

telusur.co.id - Ketua Umum DPP Partai UKM Indonesia Syafrudin Budiman mengapresiasi kepolisian yang berhasil menangkap Muhammad Kace yang menjadi pelaku penistaan agama. Kata Gus Din sapaan akarabnya bagaimanpun Muhammad Kace telah merusak tolerasi yang terus diperkuat dan dipererat.

"Salut dan apresiasi kepada Kapolri dan jajarannya yang telah bergerak cepat menangkap Muhammad Kace di Bali. Pelaku (red-Muhammad Kace telah menghina dan melecehkan Nabi Muhammad SAW yang menjadi junjungan umat Islam," kata Syafrudin Budiman SIP dalam keterangan persnya, di Jakarta.

Seperti diketahui, Tim Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri berhasil menangkap YouTuber Muhammad Kace alias Muhammad Kece. Ia terlibat dalam konten penistaan agama lewat unggahannya. Penangkapan itu, dilakukan di sekitar wilayah Bali.

Menurut Gus Din sosok intelektual muda ini, penistaan agama bisa berakibat adanya benturan antara Islam dengan Kristen. Dimana penistaan agama oleh Muhammad Kace terlihat membenturkan Yesus dengan agama Islam yang bisa menimbulkan rasa kebencian antar agama.

"Penistaan agama ini adalah bukti ada orang yang ingin merusak nilai-nilai toleransi di Indonesia," katanya.

Untuk itu Partai UKM Indonesia berharap kepolisian menyelidiki dan menahan Muhammad Kace yang telah melakukan upaya pecah belah toleransi antar agama. Bahkan, tindakan Muhammad Kace bisa merusak kebhinekaan dan persatuan Indonesia.

"Negara Indonesia berideologi Pancasila dan terimplementasi melalui UUD 1945. Negara Indonesia memang bukan negara agama dan bukan negara liberal, akan tetapi negara Indonesia adalah negara berketuhanan. Kalau ada yang mau merusak kerukunan agama, harus dihukum berat," ujarnya.

Partai UKM Indonesia meminta kepolisian memeriksa dan menyelidiki motif dan tujuan Muhammad Kace.

"Muhammad Kace harus dsidik apa saja motifnya dan apakah ada dugaan keterlibatan pihak intelejen asing. Sebab banyak pihak yang tidak senang dengan kerukunan agama yang berjalan baik di Indonesia," ungkapnya.

Penangkapan itu, kata Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto, dilakukan di sekitar wilayah Bali. "Sudah ditangkap, di Bali," kata Agus saat dikonfirmasi, Rabu (25/8).

Kata Agus, penyidik akan membawa sosok penceramah tersebut ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan di gedung Bareskrim. "Hari ini akan dibawa ke Bareskrim," tambah dia. [ham]


Tinggalkan Komentar