Data Kematian Dihapus, Epidemiologi : Kinerja Kemenkes Sangat Buruk - Telusur

Data Kematian Dihapus, Epidemiologi : Kinerja Kemenkes Sangat Buruk

Gelora Talks dengan tema 'Waspada! Ancaman Covid-19 Merambah Pedesaan', Rabu (11/8/2021).

telusur.co.id - Epidemiologi Lapangan Unsoed dr. Yudhi Wibowo menilai kinerja dan penginputan data yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sangat buruk, bukan hanya soal data kematian, tetapi juga soal data perkembangan kasus baru. 

"Data-data yang ada, dasarnya dari asesmen data yang diolah oleh Kementerian Kesehatan, tapi maaf masalah penginputan datanya jelek, cukup lama data kasus baru yang diinputkan," kata Yudhi Wibowo saat memberikan materi di Gelora Talks dengan tema 'Waspada! Ancaman Covid-19 Merambah Pedesaan', Rabu (11/8/2021). 

Kasubbid Tracing Satgas Covid-19 dr.Koesmedi Priharto menolak menjawab soal penghapusan data kematian. 

"Kenapa jadi dihapus, ya saya belum dapat apa namanya, siapa yang memberikan keputusan. Saya cuman berpikir marilah kita bersatu, bergotong royong, jangan saling menyalahkan. Tidak ada yang ingin berbuat kesalahan," kata Koesmedi.  

Pakar Kebijakan Bioteknologi dan Kesehatan IPMI Business School Sidrotun Naim, M.P.A., Ph.D berharap Partai Gelora terus mendorong upaya vaksinasi, meskipun vaksinasi tidak bisa mencegah penularan Covid-19, apapun jenis vaksin yang diberikan. 

"Paling tidak jika terkorfimasi Covid-19 tidak sampai parah dan data kematiannya tidak terjadi kenaikan. Kita berharap peran Partai Gelora mendorong kerjasama vaksinasi di  masyarakat," kata Sidrotun Naim, alumnus Harvard University ini. [ham]


Tinggalkan Komentar