telusur.co.id - Politisi PDI Perjuangan, Deddy Yevri Sitorus, menanggapi kericuhan antara mahasiswa dan sejumlah pejabat Kabinet Merah Putih dalam diskusi bertajuk Pancasila Pemersatu Bangsa Indonesia di Joglo Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) Universitas Gadjah Mada (UGM), Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Senin (16/6/2026) malam.
Deddy menilai insiden tersebut memang patut disayangkan dari sisi etika. Namun, menurutnya, peristiwa itu tidak bisa dilepaskan dari kondisi psikologis mahasiswa yang tengah memanas akibat berbagai dinamika nasional dalam beberapa waktu terakhir.
"Dalam kondisi normal dan secara etis, kejadian itu patut disayangkan terjadi. Tetapi kalau kita bicara konteks di mana akumulasi kemarahan dan gerakan mahasiswa sedang memuncak, kejadian itu sulit dihindarkan," kata Deddy kepada wartawan, Kamis (18/6/2026).
Kericuhan terjadi saat sejumlah mahasiswa mendatangi forum diskusi yang menghadirkan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, dan Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan Budiman Sudjatmiko.
Mayoritas mahasiswa yang melakukan aksi tersebut menilai para pejabat itu tidak layak membicarakan Pancasila karena dianggap bungkam terhadap sejumlah kebijakan pemerintah yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat.
Anggota Komisi II DPR RI itu justru menyoroti keputusan penyelenggara yang dinilai kurang peka dalam menentukan lokasi dan momentum pelaksanaan acara. Menurutnya, menghadirkan pejabat kabinet di lingkungan kampus saat tensi mahasiswa sedang tinggi merupakan langkah yang kurang bijak.
"Saya justru mempertanyakan pemilihan tempat dan waktu untuk kegiatan itu yang abai terhadap dinamika, kesannya seolah menantang dan tak peduli," ujarnya.
Deddy mengatakan, kegiatan semacam itu seharusnya dilaksanakan jauh hari sebelumnya atau ditunda hingga situasi lebih kondusif agar pesan yang ingin disampaikan pemerintah dapat diterima dengan baik dan tidak memicu benturan.
"Seharusnya kegiatan sosialisasi atau propaganda itu dilakukan jauh hari agar pesan tersampaikan. Atau nanti setelah keadaan lebih kondusif untuk menyampaikan respons pemerintah terhadap aspirasi mahasiswa," tuturnya.
Ketua DPP PDI Perjuangan tersebut menegaskan bahwa sejak awal kegiatan itu sudah memiliki potensi menimbulkan gesekan.
"Jadi jelas-jelas kegiatan ini sejak awal berpotensi menimbulkan gesekan," kata Deddy.



