telusur.co.id - Penunjukan Emir Moeis sebagai komisaris anak usaha BUMN holding pupuk, PT Pupuk Iskandar Muda menuai kritikan tajam dari berbagai pihak. Keputusan ini berbanding terbalik dari motto AKHLAK yang juga merupakan singkatan dari Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif yang digaungkan oleh Erick Thohir.
Karena ada yang aneh, anggota Komisi II DPR, Mardani Ali Sera mendesak agar diselidiki alasan penunjukan Emir Moeis. "Perlu diselidiki dasar penunjukan, bisa jadi klientelisme karena bagian dari kelompok," desak Mardani, Jumat.
Ketua DPP PKS menuturkan jika penyelidikan atas kasus ini bisa menjadi pintu masuk untuk membenahi pola penunjukkan komisaris-komisaris BUMN khususnya.
Ia juga memprediksi jika pola seperti ini bisa jadi ini bagian dari beban yang membuat BUMN tidak bisa bergerak maju. "Kita awasi dengan seksama semua penunjukan direksi dan komisaris BUMN agar terpilih mereka yang berintegritas dan profesional," ajaknya.
Yang lebih memprihatinkan lagi penunjukan Emir Moeis sebagai komisaris tidak memperlihatkan tekad untuk pemerintahan yang bersih dari para koruptor.
"Tidak menunjukkan pemihakan pada aksi pemberantasan korupsi. Padahal ini jadi masalah besar bagi Indonesia," tandasnya. [ham]



