telusur.co.id - Para ulama dari Jawa Barat berkumpul di Kemang meminta Ketua Umum PKB Abdul Muhaimin Iskandar (Gus Ami) maju sebagai calon presiden (capres) pada Pilpres 2024.
Menurut M. Jamiluddin Ritonga,
Pengamat Komunikasi Politik Universitas Esa Unggul, permintaan para ulama itu wajar saja mengingat Gus Ami Ketua Umum PKB. Partai ini pada Pileg 2019 mendulang suara 9,69 persen, sehingga dinilai layak mengusung Ketumnya untuk mewakili partai menengah.
Posisinya sebagai Wakil Ketua DPR RI juga menjadikannya layak diusung menjadi capres. Apalagi di era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Gus Ami pernah menjadi Menteri Tenaga Kerja.
Pengalamannya menjadi menteri, wakil ketua MPR, dan DPR serta Ketua Umum PKB, setidaknya telah mematangkan dirinya untuk memimpin Indonesia.
"Hanya saja, Gus Ami, hingga saat ini elektabilitasnya sangat rendah. PKB yang dikomandoinya juga belakangan ini elektabilitasnya dikisaran lima persen," ujarnya.
Dengan elektabilitas yang rendah, tentu sulit bagi partai lain untuk berkoalisi dengan PKB mengusung Gus Ami sebagai Capres. Resiko kalah akan sangat besar bila partai lain memaksakan diri mengusung Gus Ami.
Selain elektabilitas rendah,
Gus Ami dan PKB juga tidak mencerminkan besarnya suara NU. Padahal basis terbesar pendukungnya NU.
Jadi, Gus Ami pada dasarnya tidak dikehendaki oleh seluruh warga NU. Bahkan pendukung Gusdur yang juga warga NU diperkirakan tidak akan mendukung Gus Ami untuk nyapres. Padahal pendukung Gusdur jumlahnya cukup besar.
Belum lagi suara NU yang ke PPP dan partai nasionalis lainnya juga cukup banyak. Hal ini tentu menyulitkan Cak Ami untuk menang pada kontestasi pilpres 2024.
Selain itu, Muhammadiyah, Persis, dan ormas Islam lainnya di luar NU, tampaknya akan sulit mendukung pencapresan Gus Ami. Bagi mereka, Gus Ami bukanlah tokoh Islam yang layak diusung.
"Ormas Islam di luar NU tampaknya lebih condong mengusung Anies. Bagi mereka, Anies yang punya elektabilitas tinggi dan lebih diterima kalangan Islam, lebih berpeluang menang pada Pilpres 2024 daripada Cak Ami," tandasnya. [ham]



