Enam Laskar FPI Ditembak, Amien Rais Imbau Ulama Jangan Berdiam DiriĀ  - Telusur

Enam Laskar FPI Ditembak, Amien Rais Imbau Ulama Jangan Berdiam DiriĀ 


telusur.co.id - Pendiri Partai Ummat, Amien Rais menyerukan 'Muslim Lives Matter' sebagai respons atas wafatnya enam laskar Front Pembela Islam (FPI) ditangan aparat kepolisian.

Menurut Amien, meski belum mengetahui pihak mana yang bisa dipercaya terkait kesaksiannya atas insiden tersebut, tapi dirinya tak bisa memungkiri bahwa saat ini cukup banyak para pembenci umat Islam di Indonesia.

"Saudara-saudaraku, di Indonesia ini pembenci Islam cukup mendalam, meluas, dan cukup berakar juga. Mengenai islamofobia, ini bukan fenomena zaman sekarang, tapi sudah disebutkan juga di berbagai surat di dalam Al-Qur'an," kata Amien Rais lewat kanal YouTube Amien Rais Official, ditulis Rabu (9/12/2020).

Mantan Ketua MPR RI itu menguraikan, dalam Al-Qur'an dijelaskan bahwa beberapa pembenci Islam itu, benci pada orang Islam hanya karena mereka mengatakan 'Tuhan kami Allah Yang Maha Perkasa dan Maha Terpuji'.

Karena itu, Amien mengajak seluruh ulama di Indonesia untuk tak berdiam diri, dan ikut bersuara dalam menyikapi insiden yang baru terjadi saat ini.

"Kepada para ulama dari semua partai, dan semua kelompok yang saya hormati, saya mengingatkan bahwa diam seribu bahasa saat melihat sebuah kejahatan, itu sesungguhnya sebuah kejahatan sendiri," tegasnya.

"Bahkan di dunia barat itu ada kata-kata 'silent is violence', berdiam diri dan membisu, itu sebuah kejahatan dan kezaliman juga," sambungnya.

Amien juga mengajak seluruh ulama untuk bersatu padu mengangkat bangsa Indonesia, agar tidak jatuh dalam kezaliman.

"Jadi tolong kita bersama-sama angkat bangsa ini, supaya tidak jatuh terperosok kezaliman yang tidak punya masa depan," ujar Amien Rais.

Amien Rais juga mengajak seluruh ulama untuk tidak takut bersuara, dan berani menyatakan bahwa yang benar itu benar, dan yang salah itu salah.

"Jadi mari saudara-saudaraku, terutama kawan-kawan para ulama, ini sudah saatnya kita sebagai perwakilan umat Islam di Indonesia ini, mengatakan yang benar itu benar, dan yang salah itu salah," kata Amien.

Tak hanya itu, Amien Rais juga meminta Presiden Jokowi untuk membentuk Tim Independen untuk mengungkap kebenaran di balik insiden penembakan laskar FPI.

"Saya ingin mengatakan, Pak Jokowi, Anda presiden seluruh rakyat Indonesia. Jadi tolong sebelum sesuatu itu menjadi multi tafsir dan menimbulkan huru-hara yang tidak kita inginkan, Anda sangat mudah dengan wewanang Anda membentuk Tim Independen, syukur-syukur Komnas HAM juga akan independen. Kemudian membuka kembali segala hal-hal yang akan dibuktikan oleh teman-teman FPI," tutur Amien Rais.

Menurut Amien Rais, jika masalah ini dibiarkan berlarut-larut, dikhawatirkan akan terjadi pengulangan di masa depan.

Dia pun mengingatkan para penguasa, bahwa kekuasaan itu ada batasnya, dan kelak saat batasnya habis, mereka akan kembali menjadi manusia tanpa kekuasaan.

"Dan jangan lupa saudara-saudaraku, terutama para penguasa, kekuasaan itu ada limitnya, ada ajalnya. Saya tidak pernah bosan mengatakan ini, supaya Anda ingat. Anda boleh menyingkirkan agama, mengejek agama, tapi pikiran kita saja tahu bahwa power itu punya limit. Limit terlampaui, Anda akan jadi powerless man," kata Amien Rais.[Fhr]


Tinggalkan Komentar