telusur.co.id - Direktur Eksekutif The Jokowi Center Teuku Neta Firdaus mengapresiasi Presiden Joko Widodo yang telah memilih serta melantik 6 menteri, 5 wakil menteri, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), dan Kepala Badan Restorasi Gambut dan Mangrove di Istana Negar, Jakarta.
Teuku Neta menyakini di balik perlantikan pejabat negara, ada pesan agar mereka fokus kerja, tidak berpikir liniar dan harus selalu ada inovasi.
“Dari 6 menteri yang diganti, 2 menteri dicopot karena korupsi. Membuktikan bahwa tidak ada upaya pelemahan KPK, jangan terlalu su’udhon. Pak Jokowi berulangkali menegaskan semua menteri tidak bermain-main dengan korupsi, gratifikasi, dan hal-hal yang membuat KPK bertindak,” pinta Teuku Neta di Jakarta, Rabu (23/12/20).
Menurutnya, beban kerja menteri pada 2021 tidak berkurang walaupun sudah ada vaksin. Pemulihan ekonomi pada 2021 harus dikencangkan agar roda ekonomi berputar cepat.
Dengan disuntik vaksin Covid-19 dan penerapan ketat protokol kesehatan, diharapkan ekonomi Indonesia bisa terus bergeliat.
“Fokus pemerintah saat ini bagaimana wabah Covid-19 cepat berlalu dan Indonesia menjadi negara maju. Kita sangat beruntung karena Allah SWT telah menitip sosok Jokowi untuk menyelamatkan bangsa ini, permainan catur Jokowi sangat manis, beliau pengemudi yang handal, paham betul kapan gas ditekan dan rem ditarik,” jelasnya.
Teuku Neta mengutip pernyataan Jokowi bahwa pemerintah perlu pejabat yang inovasi, cepat mengambil keputusan yang menguntungkan warga.
Dia mengapresiasi gebrakan Mensos Risma yang akan memberikan bantuan sosial melalui transfer ke penerima masing-masing. dengan sistem cepat ini, tidak ada lagi peluang korupsi oleh pejabat dan warga bisa memakai uang tunai sesuai dengan kebutuhan.
“Menteri-menteri perlu gebrakan agar warga merasakan kehadiran negara sebagai pelayan masyarakat,” pungkas Teuku Neta.[Fhr]



