Gearberg: Cara Baru Rencanakan Pendakian, Dari Riset Jalur hingga Booking Tiket Jauh Hari Sebelum Lebaran - Telusur

Gearberg: Cara Baru Rencanakan Pendakian, Dari Riset Jalur hingga Booking Tiket Jauh Hari Sebelum Lebaran

Influencer pendaki gunung @endtyarini saat melakukan scan e-tiket / QR Code lewat website www.gearberg.com di Basecamp, tempat pendaftaran pendakian yang akan dituju

telusur.co.id - Sebagai seorang pendaki gunung yang juga mencintai dunia petualangan, seorang Influencer Pendaki, Endang Tyarini selalu percaya bahwa, setiap pendakian dimulai jauh sebelum kaki menapak di jalur. Ia dimulai dari rasa penasaran, riset panjang, membuka peta, membaca pengalaman pendaki lain, hingga memastikan urusan perizinan beres tanpa hambatan.

“Di tengah rutinitas itulah, saya menemukan sebuah website yang cukup menyita perhatian; www.gearberg.com,” ucap Mbak End, sapaan akrabnya kepada media ini. Minggu, (22/2/2026) siang.

Awalnya, ia mengira ini hanya platform informasi gunung biasa. Namun setelah menelusuri lebih dalam, ia menyadari bahwa, Gearberg menawarkan sesuatu yang lebih praktis, bahkan bisa dibilang menjadi angin segar dalam sistem perencanaan pendakian di Indonesia.

Pusat Informasi Pendakian dalam Satu Tempat

Hal pertama yang menarik adalah kelengkapan informasinya. Dalam satu website, bisa menemukan menu lengkap:
-Info jalur pendakian resmi
-Basecamp terdaftar
-Kuota pendakian
-Syarat & regulasi terbaru
-Estimasi waktu tempuh
-Detail logistik jalur.

Bagi pendaki, ini seperti membaca “briefing” sebelum ekspedisi dimulai. Tidak perlu lagi berpindah-pindah sumber atau menggali info dari forum lama yang belum tentu relevan dengan kondisi terbaru.

“Sebagai pendaki, saya melihat ini sebagai bentuk digitalisasi informasi pendakian yang selama ini masih tersebar dan tidak terpusat,” jelasnya.

Booking Tiket Pendakian Lebih Fleksibel

Fitur yang paling disoroti adalah kemampuan booking tiket jauh-jauh hari. Ini penting, terutama menjelang musim ramai seperti, Libur nasional, Akhir tahun, dan tentu saja momen setelah Lebaran.

“Banyak pendaki Indonesia menjadikan “H+ Lebaran” sebagai waktu ideal untuk mendaki gunung. Setelah silaturahmi keluarga selesai, ransel kembali dipanggul, mencari sunyi di ketinggian,” ucap pemilik akun Instagram @endtyarini ini. 

Masalahnya, kuota jalur populer sering cepat habis. Dengan sistem booking lebih awal di Gearberg, pendaki bisa :
Mengunci kuota sejak jauh hari
Menyusun itinerary lebih matang
Mengatur cuti kerja dengan pasti
Menghindari drama kehabisan tiket.

“Bagi saya, ini bukan sekadar fitur teknis, tapi solusi nyata dari masalah klasik pendaki,” beber freelance content creator ini.

Dampak Positif untuk Ekosistem Pendakian

Menariknya, platform seperti Gearberg tidak hanya memudahkan pendaki, tapi juga memberi dampak bagi pengelola jalur dan basecamp :
-Pendataan pendaki lebih rapi
-Kontrol kuota lebih akurat
-Administrasi tidak lagi manual
-Potensi pendapatan basecamp lebih terstruktur.
Artinya, digitalisasi ini menguntungkan kedua sisi  pendaki dan pengelola.

Pengalaman Menjelajah Sebelum Mendaki

Sebagai pendaki, ia merasakan sensasi berbeda saat menjelajahi website ini. Rasanya seperti “pemanasan petualangan”. Membuka halaman demi halaman, melihat daftar gunung, membaca jalur, hingga membayangkan suasana basecamp, semua itu sudah menyalakan api perjalanan, bahkan sebelum hari keberangkatan tiba.

Gearberg bukan sekadar website booking.
Ia adalah :
-Pusat informasi pendakian
-Alat perencanaan perjalanan
-Sistem reservasi modern
-Jembatan antara pendaki dengan basecamp. 

Di era ketika hampir semua perjalanan bisa direncanakan secara digital, kehadiran platform seperti Gearberg terasa relevan, bahkan dibutuhkan. Terlebih bagi mereka yang sudah merencanakan pendakian setelah momen Lebaran, ketika gunung kembali ramai oleh langkah para perindu ketinggian.

“Karena pada akhirnya, setiap pendakian yang tenang selalu diawali oleh persiapan yang matang. Dan kini, persiapan itu bisa dimulai, cukup dari satu website Gearberg,” tutur perempuan yang aktif menyebarkan pengalaman pendakiannya di Ranu Kumbolo, Gunung Semeru, Lumajang via media sosial Instagram-nya. 

Perlu diketahui, untuk mengakses segala informasi tentang pendakian, kegiatan alam, dan sebagainya, bisa mengikuti media sosial Instagram @gearberg. (ari)


Tinggalkan Komentar