telusur.co.id - Anggota Komisi VII DPR Sartono Hutomo mendesak Pemerintah mengatakan, melihat harga minyak dunia mengalami penurunan signifikan, semestinya harga bahan bakar minyak (BBM) dalam negeri, melakukan penyesuaian.
"Kita ini kan harusnya mengikuti komitmen harga minyak dunia. Kalau turun ya harusnya otomatis turun," kata Sartono saat dihubungi, Kamis (16/4/20).
Politikus Partai Demokrat itu menjelaskan, memang Komisi VII DPR belum menggelar rapat dengan Kementerian ESDM membahas anjloknya harga minyak dunia.
Kendati demikian, Ia menegaskan, pemerintah harus segera mengkalkulasi penuruna harga minyak dunia tersebut.
Pemerintah Indonesia mestinya mengikuti komitmen harga minyak dunia dengan menurunkan harga BBM. Apalagi, negara-negara lain di dunia sudah menurunkan harga BBM di negaranya, termasuk negara-negara ASEAN. Bahkan, harga BBM di Malaysia untuk Ron 95 atau setara Pertamax adalah 1,25 Ringgit, atau Rp4.500 per liter.
"Tapi saya pikir seyogyanya disesuaikan harga itu ini kan juga bisa mempengaruhi cosh sektor-sektor lain," tuturnya.
"Harganya sangat rendah sekali dan itu pasti menghantam dunia, cosh produktion nya juga akan memberikan dampak luar biasa, cosh produksi tinggi tapi jualannya turun," lanjut Sartono.
Ia memahami bahwa jika BBM diturunkan pastinya akan berdampak terhadap sektor-sektor lain. "Memang dalam situasi sekarang ini memang berat semua sektor kena, makanya saya menyarankan agar dikalkulasi dengan seksama dengan perhitungan-perhitungan yang matang," tukasnya.
Sebagai informasi, harga minyak dunia anjlok seiring turunnya permintaan akibat pandemi virus corona atau COVID-19. Ditambah lagi, adanya perang dagang yang dilakukan Rusia dan Arab Saudi. Dilansir dari Antara, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei, turun 0,24 dolar AS atau 1,19 persen, menjadi menetap pada 19,87 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange. WTI mencatatkan penutupan terendah sejak Februari 2002.
Sementara minyak mentah Brent untuk pengiriman Juni, turun 1,91 dolar AS atau 6,45 persen menjadi ditutup pada 27,69 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange. Permintaan minyak global diperkirakan akan turun dengan rekor 9,3 juta barel per hari (bph) secara tahun ke tahun pada 2020.
Harga jual BBM Non Subsidi Pertamina di SPBU saat ini adalah Pertamax Turbo (RON 98) Rp9.850/liter, Pertamax (RON 92) Rp9.000/liter, Pertalite (RON 90) Rp7.650/liter, Pertamina Dex (CEN 53) Rp10.200/liter, Dexlite (CEN 51) Rp9.500/liter.[Fhr]



