telusur.co.id -Pelatih Kepala Timnas Futsal Indonesia Hector Souto angkat bicara mengenai kunci untuk menghadapi Raja Futsal Asia Iran pada partai puncak Piala Asia Futsal 2026 di Indonesia Arena, Jakarta, Sabtu (7/2).
Timnas Futsal Indonesia berhasil mencetak sejarah lolos ke final Piala Asia untuk pertama kalinya usai menyingkirkan Jepang dengan skor 5-3 hingga melalui babak perpanjangan waktu, Kamis (5/2) lalu.
Di sisi lain, sang lawan yang telah mengoleksi 13 gelar juara Piala Asia, melaju ke final usai menundukkan Irak dengan skor 4-2.
Juru taktik asal Spanyol tersebut menilai timnas futsal Indonesia harus bermain lebih cerdas dan taktis. Ia menyebut gaya permainan Iran berbeda dengan tim-tim peserta lainnya.
"Mereka (Iran) akan memainkan gaya permainan yang berbeda. Jadi, kita tidak bisa menghadapi pertandingan tersebut dengan cara yang terbuka. Kita harus bermain dengan cara yang cerdas," kata Souto kepada awak media, Jumat (6/2).
Pelatih berusia 44 tahun ini menilai Mochammad Iqbal dan kawan-kawan tidak bisa memainkan taktik yang sama selama pertandingan apalagi harus bermain secara dominan sepanjang laga.
"Menurut saya, kami akan mencoba bermain secara berbeda di setiap momen pertandingan yang berbeda, karena kami tahu seberapa bagus kualitas mereka di momen-momen tertentu."
"Kami tidak bisa bermain dengan cara yang sama selama 40 menit penuh. Kami belum memiliki kekuatan untuk tampil dominan sepenuhnya. Kami sedang dalam proses untuk menjadi lebih dominan, namun kami belum sampai di tahap itu," jelasnya.
Ia membantah timnya akan bermain aman menghadapi raja terakhir futsal Asia tersebut. Ia hanya memikirkan segala kemungkinan untuk bisa memenangkan pertandingan.
"Apa yang kami upayakan adalah menjadi cerdas. Bukan sekadar bermain aman. Bukan bermain aman, melainkan cerdas," tegasnya.
Eks pelatih klub futsal Bintang Timur Surabaya ini menyebut faktor fisik dan mental akan mempengaruhi hasil akhir pertandingan. Segalanya bisa terjadi di laga final yang penuh tekanan.
Ia lebih menitikberatkan sang lawan yang mendapatkan tekanan wajib menang.
"Apa yang harus kami lakukan besok adalah tetap bertahan di dalam permainan hingga menit terakhir dengan segala kemungkinan untuk menang. Atau menang, itu akan jauh lebih baik."
"Jadi, sekali lagi, tekanan ada pada mereka. Mungkin kami tidak memiliki energi fisik yang penuh, tetapi kami akan memiliki energi mental yang penuh," tutup Hector Souto.



