telusur.co.id - Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini, meminta pemerintah, khususnya Kementerian Pariwisata, memanfaatkan euforia Piala Dunia FIFA 2026 sebagai momentum besar untuk mempromosikan wisata olahraga unggulan Indonesia kepada masyarakat luas.
Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Kementerian Pariwisata, Badan Pengelola Otorita, ITDC, dan MPRD di Jakarta, Rabu (2/7/2026), Novita menilai Indonesia memiliki peluang emas untuk memperkenalkan destinasi sport tourism karena hak siar Piala Dunia saat ini berada di tangan TVRI.
Menurut dia, jutaan masyarakat Indonesia tengah larut dalam euforia turnamen sepak bola terbesar di dunia tersebut. Namun hingga kini, ia belum melihat adanya upaya maksimal untuk menyisipkan promosi destinasi wisata olahraga nasional dalam siaran pertandingan.
"Indonesia sebenarnya punya kesempatan luar biasa untuk menggaungkan promosi wisata olahraga lebih besar karena memegang hak siar melalui TVRI," ujar Novita.
Ia mencontohkan kawasan Mandalika yang telah dikenal sebagai salah satu pusat wisata olahraga internasional berkat penyelenggaraan berbagai ajang balap dunia.
"Misalnya promosi yang ada di Mandalika dimasukkan ke TVRI. Berapa banyak sekarang penonton Indonesia yang sudah langsung mengakses, mengunduh, dan menonton TVRI? Saya juga pernah menonton, tetapi tidak ada promosi-promosi pariwisata maupun wisata olahraga yang memanfaatkan momentum ini," katanya.
Novita berharap pemerintah tidak menyia-nyiakan peluang tersebut dan mampu menjadikan Piala Dunia sebagai sarana memperkenalkan destinasi unggulan Indonesia kepada pasar domestik maupun internasional.
Menurutnya, investasi negara melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), termasuk untuk penyiaran dan promosi, harus mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih luas dan tidak berhenti pada aspek konsumsi semata.
Sebelumnya, Direktur Utama TVRI, Fiki Satari, memastikan bahwa perolehan hak siar Piala Dunia FIFA 2026 dilakukan sesuai mekanisme dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Ia menjelaskan proses tersebut mencakup telaah kebutuhan, pemeriksaan dokumen pendukung, koordinasi dengan unit teknis, hukum, keuangan, serta fungsi pengawasan, hingga pelaksanaan anggaran sesuai mekanisme keuangan negara.
"Proses pembayaran hak siar telah dilakukan sesuai ketentuan kontrak dan mekanisme anggaran negara. Besaran yang dikeluarkan negara sama dengan nilai kontrak yang dibayarkan kepada FIFA," kata Fiki.
Piala Dunia FIFA 2026 untuk pertama kalinya digelar di tiga negara sekaligus, yakni Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat, serta diikuti oleh 48 negara peserta.
Turnamen sepak bola terbesar di dunia itu berlangsung sejak 11 Juni 2026 dan dijadwalkan berakhir pada 19 Juli 2026.



