telusur.co.id - Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) kembali menegaskan kesetiaannya kepada Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Seyed Mojtaba Khamenei. Dalam pernyataan resmi yang dirilis pada Senin, IRGC berjanji akan terus menjaga keamanan, kemerdekaan, dan kedaulatan Iran, sekaligus memperingatkan Amerika Serikat agar tidak melakukan tindakan agresif terhadap Republik Islam tersebut.
Pernyataan itu diterbitkan sebagai respons atas pesan strategis terbaru Ayatollah Mojtaba Khamenei yang disebut IRGC sebagai pedoman utama dalam mempertahankan martabat, kedaulatan, dan kepentingan nasional Iran di tengah meningkatnya ketegangan kawasan.
IRGC menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kemampuan pertahanan dan daya tangkal negara melalui peningkatan kesiapan militer, pengembangan intelijen, serta kemajuan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.
Menurut IRGC, seluruh langkah tersebut bertujuan memastikan Iran mampu menghadapi berbagai ancaman eksternal dan menjaga stabilitas nasional.
Dalam pernyataannya, IRGC juga melontarkan peringatan keras kepada Amerika Serikat. Pasukan elite Iran itu menegaskan siap memberikan "pelajaran yang tak terlupakan" apabila Washington kembali melakukan agresi atau mengambil langkah yang dinilai mengancam keamanan Iran.
IRGC menyebut setiap respons yang diberikan akan dirancang untuk mencegah terulangnya tindakan serupa di masa mendatang.
Selain aspek militer, IRGC menekankan bahwa persatuan nasional merupakan elemen penting dalam menjaga kekuatan negara. Menurut mereka, kemampuan pertahanan Iran tidak dapat dipisahkan dari solidaritas masyarakat dan kohesi sosial di dalam negeri.
Korps Garda Revolusi juga kembali menegaskan komitmennya untuk melindungi keamanan nasional, mempertahankan kemerdekaan Iran, serta menjaga cita-cita Revolusi Islam dengan tetap mematuhi arahan Pemimpin Tertinggi.
Pekan lalu, Ayatollah Seyed Mojtaba Khamenei menyerukan rakyat Iran untuk terus menjaga persatuan nasional dalam menghadapi tekanan dan permusuhan dari Amerika Serikat.
Dalam pidatonya, ia juga memuji besarnya partisipasi masyarakat dalam upacara pemakaman Ayatollah Seyed Ali Khamenei serta mengkritik kebijakan Washington yang dinilai berulang kali melanggar nota kesepahaman dengan Islamabad.
Selain itu, Ayatollah Mojtaba Khamenei memperingatkan bahwa Iran bersama Front Perlawanan memiliki "pelajaran yang tak terlupakan" bagi pihak mana pun yang melakukan tindakan agresif terhadap negara tersebut.



