telusur.co.id - Kabar gembira datang lagi Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK), Banten. Pasalnya dua ekor anak badak Jawa terekam video trap di Semenanjung Ujung Kulon oleh tim monitoring badak Jawa TNUK.
Total setidaknya ada empat ekor anak badak Jawa yang lahir di TNUK selama tahun 2021 ini. Sebelumya dua ekor anak hewan dengan nama latin Rhinoceros Sondaicus lahir pada Maret lalu.
Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) KLHK, Wiratno mengatakan, total saat ini TNUK memiliki 75 ekor badak Jawa. Hal ini sekaligus menunjukkan keberhasilan upaya perlindungan penuh badak Jawa dan habitatnya di TNUK.
“Ibu Menteri LHK selalu menyampaikan pesan optimisme, bahwa kita terus memastikan tidak terjadinya kepunahan seluruh flagship species, termasuk juga badak Jawa. Kelahiran anak badak Jawa di tahun 2021 ini merupakan bukti nyata terjadinya pertumbuhan populasi flagship species di Indonesia," ujar Wiratno dalam keterangan tertulisnya.
Kelahiran dua anak badak Jawa ini, kata Wiratno, sekaligus merupakan kado yang indah saat HUT Republik Indonesia ke-76. Oleh karenanya, dia berterimakasih kepada seluruh pihak yang membantu kelestarian badak Jawa yang bermukim di TNUK.
"Saya sampaikan terima kasih dan penghargaan kepada semua pihak yang telah membantu pelestarian badak Jawa di TNUK, yang juga merupakan kebanggaan masyarakat dunia ini,” katanya.
Seperti diketahui, Badak Jawa (Rhinoceros Sondaicus) merupakan jenis satwa langka yang masuk ke dalam 25 spesies prioritas utama konservasi Pemerintah Indonesia. IUCN juga telah memasukkan spesies badak Jawa ke dalam status Critically Endangered dan CITES mengkategorikan ke dalam Appendix I. (Ts)



