telusur.co.id -Sebuah momen panas mewarnai akhir pertandingan antara Persib Bandung melawan klub Thailand, Ratchaburi FC Rabu (18/2) malam.
Kericuhan terjadi selepas wasit asal Arab Saudi, Majed Mohammed Al Shamrano meniup peluit pertandingan berakhir. Beberapa oknum suporter Persib meluapkan kekecewaannya dengan masuk ke lapangan Stadion Gelora Bandung Lautan Api.
Persib Bandung harus mengakhiri langkahnya di babak 16 besar AFC Champions League Two (ACL2) 2025/2026. Kemenangan tipis 1-0 pada leg kedua atas Ratchaburi FC belum cukup untuk lolos ke perempat final.
Maung Bandung kalah secara agregat 1-3 setelah kalah telak 0-3 pada leg pertama di markas Ratchaburi FC, di Stadion Ratchaburi, Na Muang, Thailand, Rabu (11/2) lalu.
Gol Andrew Jung pada menit ke-39 menjadi pembeda di laga leg kedua tersebut. Namun, itu tidak cukup untuk membuat timnya melaju lebih jauh di ajang ACL2.
Disinyalir, oknum pendukung Persib merangsek masuk ke lapangan berniat mengejar perangkat wasit yang bertugas. Tragedi tersebut sontak membuat tim wasit melarikan diri bergegas masuk ke ruang ganti.
Tidak hanya itu, para pemain Ratchaburi FC pun tampak terkejut dan langsung berlarian menuju lorong ruang ganti. Padahal mereka sedang menghampiri pemain Persib untuk memberikan semangat.
Aksi tersebut diduga karena ketidakpuasan suporter terhadap keputusan-keputusan wasit di laga 16 besar tersebut yang menyebabkan Persib harus mengubur asa lolos ke perempat final ACL2.
Kondisi sempat memburuk ketika sejumlah oknum melakukan pelemparan benda ke arah lapangan dan sempat menyulut petasan. Petugas keamanan dan steward segera bergerak untuk mengamankan situasi dan kondisi pemain dan ofisial Persib.
Kericuhan tersebut membuat para pemain Pengeran Biru mencoba meredam emosi para suporter yang turun ke lapangan tersebut.
Pantauan kejadian terlihat melalui unggahan jurnalis Kompas.com, Firzie Idris pada akun X pribadinya.
Bahkan sang juru taktik, Bojan Hodak turut serta menghalau laju para oknum bobotoh agar tidak semakin banyak yang melakukan aksi lanjutan.
Momen panas tersebut akhirnya mampu diredam perangkat tim Persib sehingga para pendukungnya mengakhiri aksinya dan kembali menuju tribun penonton.
Tentunya, aksi buruk oknum suporter sangat merugikan bagi Persib sendiri. Apalagi level pertandingan sendiri adalah kompetisi antar klub Asia.
Sangat memungkinkan tindakan tidak terpuji itu akan jadi pertimbangan Federasi Sepak Bola Asia (AFC) memberikan sanksi bagi Persib jika nantinya bakal tampil kembali di kompetisi level antar klub Asia.



